FOTO Internasional

Horor! Pesta Jadi Malam Maut, Tiga Pria Bersenjata Tembaki Tamu

Reuters, CNBC Indonesia
Rabu, 23/09/2026 21:20 WIB

Pesta rumahan di Durban, Afrika Selatan, berubah maut setelah tiga pria bersenjata menembak 11 tamu hingga tewas. Polisi duga terkait geng.

1/5 Petugas forensik kepolisian bekerja di lokasi kejadian tempat beberapa orang tewas dan sejumlah lainnya terluka, di kawasan KwaMakhutha dekat Durban, Afrika Selatan, pada 23 September 2026.(REUTERS/Stringer)

Petugas forensik kepolisian memeriksa lokasi penembakan yang menewaskan sejumlah orang dan melukai lainnya di kawasan KwaMakhutha, dekat Durban, Afrika Selatan, Rabu (23/9/2026). Insiden tersebut terjadi pada Selasa (22/9/2026) malam ketika tiga pria bersenjata menyerang para tamu dalam sebuah pesta rumahan, menyebabkan sedikitnya 11 orang meninggal dunia dan tiga lainnya terluka. (REUTERS/Stringer)

2/5 Petugas forensik kepolisian bekerja di lokasi kejadian tempat beberapa orang tewas dan sejumlah lainnya terluka, di kawasan KwaMakhutha dekat Durban, Afrika Selatan, pada 23 September 2026.(REUTERS/Stringer)

Polisi menyebut penembakan itu kemungkinan berkaitan dengan aktivitas geng. Dalam pernyataan melalui platform X pada Rabu (23/9/2026), kepolisian mengatakan seorang wanita yang diduga sedang hamil serta 13 pria berada di lokasi saat kejadian. Aparat kini tengah memburu tiga tersangka pelaku. (Tangkapan Layar Video Reuters/ENCA)

3/5 Petugas forensik kepolisian bekerja di lokasi kejadian tempat beberapa orang tewas dan sejumlah lainnya terluka, di kawasan KwaMakhutha dekat Durban, Afrika Selatan, pada 23 September 2026.(REUTERS/Stringer)

Aksi penembakan massal tersebut mengejutkan warga setempat. Seorang warga mengatakan kejadian serupa belum pernah terjadi di wilayah tersebut dan mengaku terpukul karena para korban merupakan orang-orang yang telah dikenalnya sejak lama. (REUTERS/Stringer)

4/5 Petugas forensik kepolisian bekerja di lokasi kejadian tempat beberapa orang tewas dan sejumlah lainnya terluka, di kawasan KwaMakhutha dekat Durban, Afrika Selatan, pada 23 September 2026.(REUTERS/Stringer)

"Ini pertama kalinya kejadian seperti ini terjadi. Sungguh mengejutkan dan menyedihkan karena mereka adalah orang-orang yang tumbuh bersama saya, mereka adalah teman-teman saya. Saya bahkan tidak bisa berkata-kata," ujar warga tersebut. (Tangkapan Layar Video Reuters/ENCA)

5/5 Petugas forensik kepolisian bekerja di lokasi kejadian tempat beberapa orang tewas dan sejumlah lainnya terluka, di kawasan KwaMakhutha dekat Durban, Afrika Selatan, pada 23 September 2026.(REUTERS/Stringer)

Polisi menyatakan beberapa korban berada dalam pemantauan intelijen kriminal terkait aktivitas ilegal, namun tidak menjelaskan lebih lanjut. Afrika Selatan memiliki salah satu tingkat pembunuhan tertinggi di dunia, dengan rata-rata sekitar 60 kasus pembunuhan per hari, sementara isu kejahatan kekerasan menjadi perhatian masyarakat menjelang pemilihan umum tingkat daerah pada November mendatang. (Tangkapan Layar Video Reuters/ENCA)