Harga BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik Sampai Akhir Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto kembali memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik hingga akhir 2026, meski gejolak global masih terjadi hingga kini.
Airlangga mengatakan gejolak harga minyak mentah global masih cukup tinggi dan masih menjadi perhatian pemerintah. Namun, pihaknya menilai buffer Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih cukup untuk meredam dampak langsung dari gejolak harga minyak global.
"Perang di Selat Hormuz sudah berlangsung 6 bulan, dan perang Rusia-Ukraina juga masih berlangsung. Tapi Alhamdulillah untuk Indonesia transmisi ini masih bisa diredam oleh buffer APBN, sampai akhir tahun kita masih bisa pertahankan, tidak ada kenaikan harga, terutama BBM bersubsidi," kata Airlangga di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Pihaknya menyebut untuk harga BBM non-subsidi, saat ini berada di kisaran US$ 90 per barel, ketika harga minyak acuan global berada di US$ 100 per barel.
"Sehingga kalau harga minyak (global) di bawah US$ 100 per barel, sekarang harga pembelian pemerintah khusus yang non-subsidi itu di sekitar US$ 90-an per barel," terang Airlangga.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026.
Sementara itu, untuk harga BBM non subsidi memang mengikuti harga minyak dunia. Adapun apabila harga minyak Indonesia atau ICP meningkat, maka harga BBM non subsidi juga dapat naik, begitu juga apabila harga BBM turun.
"Kalau harga minyak non-subsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP-nya naik, otomatis dia akan naik. Tapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan melakukan koreksi," kata Bahlil usai acara MKI Electricity Connect 2026, Selasa (22/9/2026).
Namun yang pasti, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah telah memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir tahun. Selain menjaga harga BBM bersubsidi, pemerintah juga memastikan ketersediaan stok BBM nasional tetap aman.
"Yang terpenting sekarang adalah pemerintah memastikan cadangan BBM kita itu ada pada standar minimal, 18 sampai dengan 21 hari," ujarnya.
(chd/mij) [Gambas:Video CNBC]