FOTO Internasional

Pulau Surga Kaya Mineral, Trump Bakal Turunkan Militer AS di Greenland

Reuters, CNBC Indonesia
Kamis, 24/09/2026 05:00 WIB

Trump dan pemimpin Greenland-Denmark sepakati perluasan kehadiran militer AS di Greenland. Pulau Arktik itu kaya mineral dan strategis hadapi Rusia-China.

1/6 Kawasan pelabuhan lama di Nuuk, Greenland, pada 22 September 2026. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Kawasan pelabuhan lama di Nuuk, Greenland, Selasa (22/9/2026). Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama para pemimpin Greenland dan Denmark menandatangani kesepakatan yang memungkinkan peningkatan kehadiran militer AS di Greenland pada Selasa (22/9/2026). Kesepakatan ini berpotensi mengakhiri kebuntuan terkait pulau strategis di kawasan Arktik yang kaya akan sumber daya mineral tersebut. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

2/6 Kawasan pelabuhan lama di Nuuk, Greenland, pada 22 September 2026. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Sebuah papan tanda bertuliskan "Greenland tidak untuk dijual!" di Nuuk, Greenland. Kesepakatan itu ditandatangani saat Trump berada di New York untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, perjanjian tersebut tidak mencakup tuntutan Trump sebelumnya agar Amerika Serikat menganeksasi Greenland sebagai wilayahnya untuk menghadapi meningkatnya pengaruh Rusia dan China di kawasan Arktik. (REUTERS/Tim Barsoe)

3/6 Kawasan pelabuhan lama di Nuuk, Greenland, pada 22 September 2026. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Sebagai gantinya, kesepakatan tersebut secara resmi membuka jalan bagi perluasan kehadiran militer AS di Greenland. Langkah itu menjadi alternatif setelah para pemimpin Greenland menolak gagasan pengambilalihan penuh oleh Washington. (REUTERS/Tim Barsoe)

4/6 Kawasan pelabuhan lama di Nuuk, Greenland, pada 22 September 2026. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Dalam dokumen kesepakatan yang dirilis setelah acara penandatanganan, disebutkan bahwa AS dapat membangun sistem pertahanan rudal "Golden Dome" di Greenland. Sistem tersebut dirancang sebagai perlindungan terhadap ancaman rudal balistik, mengingat lokasi Greenland berada di jalur terpendek antara Eropa dan Amerika Utara serta menjadi tempat pangkalan militer AS paling utara. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

5/6 Kawasan pelabuhan lama di Nuuk, Greenland, pada 22 September 2026. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Sementara itu, warga Nuuk, ibu kota Greenland, memberikan tanggapan beragam terhadap kesepakatan tersebut. Sebagian menilai peningkatan kehadiran militer AS dapat memperkuat keamanan wilayah Arktik, sedangkan sebagian lainnya berpandangan bahwa Greenland sudah memiliki perlindungan keamanan melalui keanggotaannya dalam NATO. (REUTERS/Tim Barsoe)

6/6 Kawasan pelabuhan lama di Nuuk, Greenland, pada 22 September 2026. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Greenland merupakan wilayah semi-otonom di bawah Kerajaan Denmark yang sebelumnya pernah menjadi wilayah jajahan. Pulau terbesar di dunia itu memiliki posisi strategis di antara kawasan Arktik dan Amerika Utara, serta menyimpan potensi sumber daya energi dan mineral yang menjadi perhatian sejumlah negara. (REUTERS/Tim Barsoe)