MARKET DATA
Internasional

Trump Incar Negara Komunis Ini, Janjikan Keruntuhan Rezim

luc,  CNBC Indonesia
23 September 2026 19:10
US President Donald Trump addresses the 81st United Nations General Assembly at UN headquarters in New York City, US, September 22, 2026.  REUTERS/MIKE SEGAR
Foto: REUTERS/Mike Segar

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap pemerintahan Kuba. Dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (22/9/2026) waktu setempat, Trump menyebut Kuba sebagai negara gagal dan mengatakan kebebasan akan segera hadir di negara yang dipimpin pemerintahan komunis tersebut.

Pernyataan Trump disampaikan ketika hubungan Washington dan Havana kembali memanas. Pemerintah AS secara terbuka telah menyatakan tujuannya untuk mengubah pemerintahan Kuba, sementara blokade minyak yang diberlakukan Washington sejak awal tahun ini semakin menekan kondisi ekonomi negara tersebut.

Kuba kini menghadapi kelangkaan bahan bakar dan pemadaman listrik yang semakin parah akibat buruknya infrastruktur.

"Pemerintahan saya juga berupaya melakukan perubahan mendasar terhadap situasi di Kuba, di mana rezim komunis berada di bawah tekanan besar, tekanan terbesar yang pernah mereka alami. Ini benar-benar negara yang gagal, sedang mengalami kegagalan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan negara itu akan runtuh," kata Trump dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB.

Trump kemudian membandingkan nasib komunisme di Kuba dengan kondisi di AS.

"Komunisme tidak akan pernah datang ke Amerika, tetapi kebebasan akan datang ke Kuba," ujarnya.

Pernyataan Trump tersebut mendapat respons langsung dari delegasi Kuba. Mereka meninggalkan ruang sidang Majelis Umum PBB ketika Trump masih menyampaikan pidatonya.

Dilansir Reuters, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel kemudian menanggapi Trump melalui unggahan di media sosial X. Ia menegaskan bahwa Havana akan mempertahankan kedaulatannya.

Diaz-Canel juga menuduh Trump menggambarkan Kuba sebagai ancaman untuk membenarkan tekanan keras yang diberlakukan Washington terhadap negaranya.

AS telah mempertahankan embargo perdagangan terhadap Kuba selama lebih dari 60 tahun. Pemerintahan Trump juga terus meningkatkan tekanan terhadap Havana.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari pendekatan Washington terhadap negara-negara yang dianggap berseberangan dengan kepentingan AS di kawasan. Sebelumnya, pada Januari, Trump menggunakan kekuatan militer untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Trump sendiri sebelumnya sudah beberapa kali menyebut Kuba sebagai negara gagal. Pada Juni lalu, misalnya, ia mengatakan AS memiliki sejumlah rencana yang sangat baik untuk Kuba dan akan mengambil tindakan terhadap negara tersebut.

Hubungan AS-Kuba memang telah lama bermusuhan, terutama sejak revolusi Fidel Castro pada 1959 yang membawa pemerintahan komunis berkuasa di Havana.

Sikap keras Trump terhadap Kuba juga mendapat dukungan kuat dari kelompok warga Amerika keturunan Kuba yang berhaluan garis keras di Florida. Kelompok tersebut telah lama mendorong perubahan pemerintahan di Kuba melalui tekanan dan campur tangan AS.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 250 Tahun Merdeka, Trump Sebut Ancaman Ini Bisa Jadi 'Kanker' bagi AS


Most Popular
Features