Efisiensi APBN Tetap Lanjut 2027, Tapi Tak Asal Potong Anggaran
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara berjanji tidak akan memotong anggaran secara sembarangan lagi di 2027, meski belanja negara pada 2027 diprediksi melonjak.
Suahasil mengatakan belanja negara pada 2027 bisa mencapai Rp 4.000 triliun. Namun, peningkatan belanja harus tetap diikuti dengan efisiensi dan diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
"Pada RAPBN 2027, kita desain sehingga kemungkinan besar, ini pertama kali dalam sejarah Indonesia belanja negara melebihi Rp 4.000 triliun. Tapi belanja ini harus bisa menyentuh titik-titik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Suahasil di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Suahasil menegaskan efisiensi tersebut bukan untuk sekadar memangkas anggaran, melainkan memastikan belanja diarahkan ke sektor-sektor penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, dan mendukung program prioritas nasional.
"APBN juga harus terus mempertajam belanja, meningkatkan efisiensi belanja dan targeting, bukan sekedar potong anggaran, tapi meningkatkan efisiensi sehingga belanja masuk ke titik-titik yang sangat penting yang mendorong pertumbuhan, memperbaiki kesejahteraan, dan mendorong program prioritas nasional," tegas Suahasil.
Apalagi, menurutnya, APBN memiliki peran sebagai shock absorber sekaligus agen pembangunan, sehingga belanja negara harus diarahkan untuk melindungi masyarakat dan mendukung program prioritas pemerintah.
"APBN harus bisa menyentuh titik-titik yang meningkatkan mutu modal manusia, program peningkatan produktivitas, program kesehatan, program pendidikan, program untuk memberikan perlindungan sosial, program untuk memastikan konektivitas infrastruktur," terang Suahasil.
(chd/mij)