Menaker Beri Tips agar Peserta Magang Nasional Bisa Diterima Kerja
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkap ketatnya seleksi peserta Program Magang Nasional Batch 2 Angkatan Kedua. Dari sekitar 350 ribu pendaftar yang dinyatakan eligible, hanya 40 ribuan peserta yang akhirnya diterima.
Yassierli mengatakan, para peserta yang lolos telah melalui proses seleksi perusahaan atau instansi, serta verifikasi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
"Selamat adik-adik sudah dipilih oleh perusahaan atau instansi tempat magangnya, sesudah ada proses verifikasi juga dari Kementerian Ketenagakerjaan," kata Yassierli dalam sambutannya di acara Kick-Off MagangHub Batch 2 Angkatan Kedua di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Menurut Yassierli, Kemnaker tidak serta-merta menerima seluruh lowongan magang yang diajukan perusahaan. Pemerintah melakukan verifikasi untuk memastikan tempat magang layak dan posisi yang ditawarkan sesuai dengan profil peserta.
"Kita seleksi dengan ketat. Kalau ada berita macam-macam, itu mungkin kasus Batch pertama tahun lalu, saat di awal-awal kita men-setup program ini. Tapi sekarang kita buat mekanisme seleksi dan verifikasi," ujarnya.
Ia menjelaskan, perusahaan yang pernah menerima peserta magang dan memiliki rekam data akan menjadi prioritas untuk program berikutnya. Sementara itu, perusahaan dengan administrasi tidak jelas atau posisi yang ditawarkan tidak sesuai akan dicoret.
Yassierli mengatakan, pemerintah tidak ingin peserta menyelesaikan program enam bulan hanya dengan membawa pulang sertifikat. Peserta justru diharapkan mampu membangun kompetensi dan pengalaman hingga berujung pada kesempatan bekerja.
"Jadi jangan selesai magang hanya membawa sertifikat," tutur dia.
Ia menyebut keberhasilan peserta mendapatkan pekerjaan setelah magang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Setidaknya ada tiga hal yang perlu dimiliki peserta, yakni kemauan belajar, kontribusi terhadap perusahaan, serta rekam jejak dan integritas.
"Diterima itu bukan karena pintar saja, tapi karena ada tiga faktor, ini yang akan kita bedah. Yang pertama, karena adik-adik mau belajar. Kedua, nanti diterima karena dianggap memberikan kontribusi atau value bagi instansi atau perusahaan," jelas Yassierli
"Yang ketiga, karena 6 bulan punya track record, integritas yang baik, bisa dipercaya, bisa diandalkan. Tiga hal: siap belajar, memiliki kontribusi, dan bisa dipercaya," lanjutnya.
Dengan bekal tersebut, Yassierli berharap masa magang enam bulan dapat menjadi pintu masuk peserta ke dunia kerja.
Ia bahkan menargetkan peserta bisa mendapatkan surat tawaran kerja dari perusahaan tempat mereka menjalani magang.
"Sehingga mari tanamkan sebuah mimpi, di akhir program magang, perusahaan tempat adik-adik bekerja, tadi ada contoh dari RSCM, kata perusahaan atau mentornya, 'Pak (lapor ke atasannya). Daripada cari orang lain, ya sudah Pak, kita rekrut mereka aja'," tuturnya.
"Sehingga saya doakan, adik-adik 6 bulan dari sekarang menerima surat offering bahwa adik-adik sudah dianggap layak ditawarkan bekerja di tempat magangnya masing-masing," sambung dia.
Magang Nasional Telan Rp4,2 Triliun
Pemerintah sendiri menyiapkan anggaran besar untuk program tersebut. Yassierli menyebut program Magang Nasional dirancang sebagai jembatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk bertransisi menuju dunia kerja.
"Semua negara menghadapi tantangan mismatch skill, skill yang belum align antara lulusan dengan kebutuhan industri. Maganghub hadir di situ. Sehingga 6 bulan investasi yang luar biasa dari pemerintah Rp4,2 triliun, dan kita berharap 150 ribu adik-adik magang ini hadir menjadi talenta unggul Indonesia ke depan," ujar Yassierli.
Ia juga menegaskan evaluasi terhadap program tidak berhenti setelah peserta menyelesaikan magang. Kemnaker tengah melakukan tracer study terhadap peserta Batch 1 untuk melihat perkembangan mereka setelah mengikuti program.
"Angkatan pertama 100 ribu orang, kita sedang melakukan tracer study. Kita bagi yang magang di industri dan yang magang di kementerian/lembaga. Kita lihat sesudah 3 bulan magang, terjadi penambahan berapa yang magang dan kemudian diterima di tempat kerjanya. Jadi setiap 3 bulan kita track. Saya yakin, orang yang diterima di tempat kerja itu karena memang mereka punya itu semua," pungkasnya.
(wur)