Raksasa NATO Turun ke 'Gerbang' Yaman, Siap Tangkal Serangan Houthi
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Italia bersiap mengerahkan pasukan angkatan lautnya guna memastikan keamanan pelayaran bagi kapal-kapal komersial Italia yang melintasi Selat Bab al-Mandab. Langkah tegas ini diambil di tengah meningkatnya ancaman keamanan yang dipicu oleh meletusnya kembali pertempuran berdarah di Yaman.
Mengutip Middle East Monitor, Rabu (23/09/2026), Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto pada hari Kamis mengungkapkan dalam sebuah forum maritim bahwa eskalasi bentrokan di sepanjang pantai barat Yaman telah sangat mengganggu navigasi melalui Selat Bab al-Mandab, sebuah jalur air strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Crosetto mencatat bahwa kebangkitan krisis keamanan di Bab al-Mandab ini semakin menambah rentetan panjang gangguan yang sebelumnya telah melanda Selat Hormuz. Situasi ini dinilai memperburuk dampak ekonomi akibat ketegangan kawasan yang kian meluas.
Merespons ancaman tersebut, Crosetto membeberkan bahwa dirinya telah berkoordinasi erat dengan Kepala Staf Pertahanan Italia dan memutuskan untuk segera memobilisasi Angkatan Laut Italia demi melindungi kapal-kapal yang transit di selat tersebut. Ia memastikan bahwa militer Italia memiliki kapasitas penuh untuk mengamankan aset maritimnya, sembari menekankan pentingnya otoritas terkait untuk merespons dinamika di lapangan dengan cepat.
"Kita tidak bisa membiarkan penundaan birokrasi dalam pengambilan keputusan semakin memperumit situasi yang sudah kompleks, atau berdampak langsung pada perekonomian dan kehidupan warga negara," tegasnya.
Ia memperingatkan bahwa kelumpuhan pada rute maritim utama dapat menunda pengiriman barang logistik secara drastis serta melambungkan biaya transportasi.
"Kenaikan harga yang diakibatkannya pada akhirnya akan sangat memukul rumah tangga dan dunia usaha."
Sebagai informasi, Selat Bab al-Mandab merupakan salah satu titik sempit (chokepoint) maritim paling krusial di dunia, yang secara langsung menghubungkan rute pelayaran antara Samudra Hindia, Laut Merah, dan Terusan Suez. Adanya gangguan sekecil apa pun di kawasan ini dapat memaksa armada kapal menempuh rute yang jauh lebih panjang mengelilingi benua Afrika, yang secara otomatis akan mengerek waktu tempuh dan biaya pengiriman secara signifikan.
(tps/tps)