Pengusaha Tekstil Merapat! Prabowo Mau Kasih Insentif: Tax Holiday-PPN

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Selasa, 22/09/2026 20:05 WIB
Foto: (Rusman - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan arahan terkait kemudahan yang ingin diberikan kepada pelaku industri tekstil. Beberapa insentif yang disiapkan berupa keringanan PPN hingga Tax Holiday kepada perusahaan.

Hal ini diungkapkan Airlangga usai menggelar rapat terbatas terkait industri tekstil, bersama Presiden Prabowo Subianto, di Istana Negara, Selasa (22/9/2026).

Airlangga menjelaskan terkait dengan PPN, dalam rapat dibahas mengenai pembebasan pajak untuk menyewa pekerja dari outsourcing.


"Tadi kami sampaikan bahwa untuk industri tekstil dan garmen membutuhkan variasi untuk menggunakan tenaga kerja PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu/PKWT), terutama dalam menangani order-order yang season-nya empat musim. Dimana setiap musim tentu demand-nya berbeda. Jadi perlu ada penyesuaian terhadap kebutuhan PKWT," kata Airlangga.

"Tadi kami sampaikan bahwa kalau melakukan outsourcing terhadap perusahaan untuk yang membantu ini, di luar negeri tidak dikenakan perpajakan. Sehingga tadi bapak presiden juga menyatakan bahwa untuk PPN terkait dengan PKWT nanti kita carikan regulasi yang pas," tambahnya.

Dia mengatakan bahwa insentif PPN itu akan segera dievaluasi oleh Kementerian Keuangan. Begitu juga dengan Danantara agar aktif untuk menyelesaikan beberapa perusahaan tekstil yang perlu direstrukturisasi.

"Terkait dengan PPN-nya diminta untuk dapat juga dievaluasi untuk dapat dilaksanakan Kementerian Keuangan. Jadi dan berikut terkait dengan perusahaan - perusahaan yang sedang direstrukturisasi, bapak presiden minta agar ini Danantara segera aktif untuk menyelesaikan," katanya.

Pada kesempatan itu, CEO Badan Penerima Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani, mengatakan akan mengarahkan agar sektor perbankan khususnya himbara memberikan pinjaman kepada perusahaan tekstil yang masuk dalam kategori "sunset industry".

"Nah, itu juga untuk dikembalikan agar Bank Himbara dan juga bank nasional lainnya memberikan pinjaman, terutama dalam rangka perbaikan mesin-mesin yang sudah cukup tua. Karena memang kita bicara masalah daya saing atau competitiveness dari produk tekstil garmen kita mungkin yang agak ketinggalan," kata Rosan pada kesempatan yang sama.

Rosan juga mengatakan, pemerintah menyiapkan insentif berupa tax holiday.

"Dari segi insentif yang bisa diberikan, contohnya adalah tadi dibicarakan kalau selama ini mungkin tax holiday diberikan, tax allowance juga diberikan kepada jenis investasi yang baru. Nah ini untuk tekstil akan di-consider untuk diberikan kembali tax holiday, yaitu salah satunya," katanya.

Ketiga, Danantara juga akan menyiapkan satu daerah khusus untuk pembangunan industri tekstil dari hulu ke hilir, supaya lebih efisien.

"Untuk integrasi dari hulu ke hilir agar lebih efisien dengan menggunakan teknologi yang baik, yang benar untuk membuat produk kita mempunyai daya saing yang lebih baik," kata Rosan.

Rosan menjelaskan bahwa sektor TPT menjadi inisiatif pemerintah untuk memberikan dampak positif terhadap ekonomi, termasuk penciptaan lapangan perkerjaan.


(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bersaing Tarik Investasi, Kawasan Industri Butuh Kemudahan Izin