70% Listrik RI Bakal dari EBT, Butuh Duit Sekitar Rp2.700 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa Inodnesia membutuhkan investasi senilai sekitar Rp2.600 triliun - Rp 2.700 triliun untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan (EBT).
Dalam sambutannya di acara MKI Electricity Connect 2026, Bahlil menyampaikan, bahwa Indonesia memiliki target sebanyak 69,5 Giga Watt (GW) listrik dalam Rancangan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Di mana 70%-nya akan diisi dengan pembangkit dari EBT dan jaringan listrik sepanjang 48.000 kms.
"Itu cukup besar investasinya dan investasinya kurang lebih sekitar Rp2.600 sampai dengan Rp2.700 triliun rupiah, saya enggak tahu kurs dolar-nya berapa," terang Bahlil.
Sebagaimana diketahui, yang terbaru pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto menginisiasi program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 GW. Nah, ke depan Bahlil mendorong untuk PLTS ini masuk ke dalam RUPTL.
"Dan 100 gigawatt PLTS ini dalam hitungan yang dibuat oleh tim saya, itu mencapai kurang lebih sekitar US$70 sampai dengan US$73 miliar," tegas Bahlil.
(pgr/pgr)