El Nino Terbukti Berdampak ke RI, Listrik di Sulawesi Berkurang 650 MW

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Selasa, 22/09/2026 13:28 WIB
Foto: PLTA Jatigede milik PT PLN. (CNBC Indonesia/Verda Nano Setiawan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo buka suara atas berkurangnya listrik di wilayah Sulawesi imbas adanya El Nino atau musim panas yang berdampak pada kekeringan sungai. Maklum, beberapa listrik di Sulawesi mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Darmawan menjelaskan, dengan adanya El Nino, kapasitas PLTA menjadi berkurang. Tak tanggung-tanggung, kekurangannya pun sangat besar. "Sebagai contoh di Sulawesi bagian selatan itu berkurang sekitar 650 Mega Watt (MW)," terang Darmawan, Selasa (22/9/2026).

Untuk mengurangi kekurangan listrik itu, PLN langsung melakukan perubahan serta penambahan listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan battery energy storage system.


"Sehingga pada waktu musim kering, sehingga tambahan energi dari pembangkit listrik tenaga surya dengan battery energy storage system," jelas Darmawan.

Adapun untuk di daerah-daerah lain yang juga menghadapi tantangan El Nino seperti di Kalimantan ini sedang diselesaikan satu per satu.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyadari memang El Nino membuat debit air menjadi menurun, khususnya sungai-sungai yang dilalui kapal, seperti Papua, Papua Selatan menuju Asmat.

"Debet air berkurang, sungai berkurang, pasti menghasilkan listrik yang tidak maksimal. Itu yang terjadi di beberapa wilayah yang memakai PLTA. Dan berlahan-lahan sudah mulai bisa diatasi. Ini memang kondisi yang kita harus memenuhi," tegas Bahlil.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trans Mall Group Resmikan Plts Atap Guna Tekan Emisi & Biaya