MARKET DATA
Internasional

2 Jenderal Militer Dipecat, Disebut Tak Setia & Korupsi

sef,  CNBC Indonesia
22 September 2026 11:40
FILE PHOTO: Chinese Central Military Commission (CMC) Vice Chairman Zhang Youxia arrives for a group photo session before the opening ceremony of the Western Pacific Naval Symposium in Qingdao, Shandong province, China April 22, 2024. REUTERS/Florenc
Foto: (REUTERS/Florence Lo)

Jakarta, CNBC Indonesia - China dilaporkan memecat dua jenderal militer China (PLA) terkemuka, Zhang Youxia dan Liu Zhenli, dari Partai Komunis dan militer, Senin. Pengumuman resmi diberikan dengan alasan dugaan ketidaksetiaan, korupsi, dan pelanggaran disiplin serius lainnya.

Mengutip Reuters, Selasa (22/9/2026), Zhang merupakan orang kedua di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, yang memimpin badan komando tertinggi Komisi Militer Pusat (CMC) dan dipandang sebagai sekutu militer terdekat sang Presiden. Liu sendiri adalah anggota CMC dan kepala staf Departemen Staf Gabungan.

Sebenarnya, penyelidikan terhadap Zhang dan Liu diumumkan pada bulan Januari. Namun, keduanya baru dikeluarkan dari Komisi Militer Pusat negara bagian pada akhir Agustus.

Sejak berkuasa pada tahun 2012, Xi telah melakukan salah satu tindakan keras terhadap korupsi dan disiplin dalam sejarah modern China. Jutaan orang dalam birokrasi telah diselidiki pada tingkat yang berbeda-beda, dengan sejumlah pejabat senior partai, pemerintah dan militer ditangkap dan disingkirkan.

Militer semakin menjadi salah satu target utama kampanye yang lebih luas ini dalam beberapa tahun terakhir. Serangkaian investigasi dan pengusiran hanya menyisakan dua tokoh aktif di CMC yang sebelumnya beranggotakan tujuh orang, termasuk Xi sendiri, yang menjabat sebagai ketua.

Tak Setia

Masih merujuk laman yang sama, kepemimpinan China menuduh kedua mantan pemimpin militer tersebut tidak setia kepada partai serta mengabaikan prinsip-prinsip partai. Ia juga disebut gagal menegakkan disiplin partai yang ketat atau mengawasi staf dan anggota keluarga.

"Zhang dan Liu sangat melanggar disiplin politik dan aturan politik, membentuk kelompok dan faksi, serta tidak setia dan tidak jujur kepada partai," tulis kantor berita pemerintah Xinhua mengutip dokumen resmi.

"Pasangan ini melewati garis merah dan batas-batas dasar... Kesalahan politik dan ekonomi mereka saling terkait, dan pengayaan diri yang korup terjadi bersamaan dengan kelalaian tugas dan penyalahgunaan jabatan," muat laman itu lagi.

"Jumlah yang terlibat sangat besar; sifat (tindakan mereka) sangat serius dan dampaknya sangat mengerikan."

Pengamat mengatakan tuduhan korupsi bukanlah hal yang aneh terhadap perwira senior PLA. Namun tuduhan tidak setia jarang terjadi.

"Yang belum pernah terjadi sebelumnya adalah tuduhan ketidaksetiaan yang mencakup pembentukan kelompok dan faksi", kata mantan analis CIA Tiongkok dan peneliti senior di Universitas Georgetown, Dennis Wilder.

"Tuduhan ketidaksetiaan ini mengingat kembali masa-masa Mao (pemimpin utama dan pendiri China Mao Zedung)... jika terbukti, dapat menunjukkan bahwa Xi melihat situasi tersebut sebagai tantangan serius terhadap otoritas dan posisi politiknya," ujarnya.

"Ini mengirimkan pesan yang tajam kepada para pemimpin dan militer mengenai tantangan terhadap Xi."

Media pemerintah melaporkan "pengusiran" Zhang dan Liu secara resmi disetujui dalam pertemuan Politbiro yang dipimpin oleh Xi Jinping. Kasus dugaan kriminal mereka selanjutnya akan diserahkan kepada jaksa militer untuk diperiksa dan diadili, sesuai dengan hukum.

Pengumuman tersebut disampaikan beberapa hari sebelum Xi dijadwalkan melakukan perjalanan ke AS untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Donald Trump. Ini juga terjadi beberapa minggu sebelum rapat partai penting pada bulan Oktober mengenai tata kelola dan disiplin internal partai.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Kepala BGN Minta Maaf-Ngaku Bakal Pecat-pecatin Orang, Ini Alasannya


Most Popular
Features