Barang Ilegal Gencar Serbu RI, Suahasil: Pasar Kita Besar
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan pasar Indonesia yang sangat besar, plus daya beli masyarakat yang terus meningkat, memberi daya tarik pengusaha global untuk menyerbu tanah air, tak terkecuali dengan cara-cara ilegal.
Hal ini ia ungkapkan saat melakukan konferensi pers penindakan impor ilegal beras, garam, dan balpres hasil temuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) selama periode Agustus-September 2026.
"Kita bisa membayangkan kenapa ini dilakukan, ini dilakukan karena pasar Indonesia yang sangat besar, menggiurkan untuk seluruh pemain dunia di berbagai macam barang," kata Suahasil, Selasa (22/9/2026).
Karena besarnya pasar Indonesia dan menggiurkan bagi para pelaku asing, Suahasil meminta otoritas pengawas kepabeanan untuk selalu memperkuat arus barang keluar dan masuk Indonesia.
"Karena itu kita harus melindungi pasar kita, pasar kita yang besar, pasar kita yang daya beli nya terus meningkat, kemampuan masyarakat dan seterusnya, kita harus lindungi," tuturnya.
Tanpa pengawasan yang kuat terhadap arus barang impor ilegal, Suahasil menekankan, yang dirugikan justru masyarakat sendiri, karena pelaku usaha dan konsumen di dalam negeri.
"Kerja keras seluruh jajaran bea cukai sebagai community protector. Anda boleh bangga tapi saat bersama saya juga minta seluruh staf bea cukai untuk tertib disiplin dan berintegritas," tegas Suahasil.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama mengatakan, penindakan barang ilegal yang masuk Indonesia ini merupakan hasil operasi pada periode Agustus-September 2026.
Penindakan dilakukan di empat tempat, yaitu perairan Selat Malaka, Pelabuhan Tanjung Perak, Kawasan Berikuat Bogor, dan Pelabuhan Tanjung Priok.
"Bea Cukai mengamankan 30 kontainer berisi beras dan garam yang tidak sesuai pemberitahuan kepabeanan serta sekitar 1.435 bal pakaian yang diduga bekas," ujar Djaka.
(arj/arj)