Internasional

Perang Makin Ngeri! Trump Mau Leyapkan Iran, Hancurkan Seluruh Negeri

sef, CNBC Indonesia
Selasa, 22/09/2026 10:11 WIB
Foto: REUTERS/Kevin Lamarque

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku sedang mempertimbangkan kemungkinan meningkatkan eskalasi perang melawan Iran. Hal ini diutarakannya dalam sebuah wawancara ke media AS, Fox News, Minggu.

"Pertanyaan saya adalah, jika dan kapan saya akan menghancurkan seluruh negara itu? Sebaiknya mereka bersikap tertib," kata Trump, dikutip Reuters Selasa (22/9/2026).

"Hal-hal yang sangat besar akan terjadi dalam perang tersebut," tambahnya lagi.


Meski demikian, ujarnya lagi, ia tetap "terbuka" untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Rencananya, Pezeshkian akan hadir selama Sidang Majelis Umum PBB di New York pekan ini.

Sebenarnya, ini bukan ancaman pertama Trump. Ia berulang kali melontarkan kemungkinan eskalasi militer besar-besaran selama konflik yang bermula dari serangan AS dan Israel pada 28 Februari, namun belum merealisasikan usulan-usulan tersebut.

Pada April, Trump juga pernah melontarkan ancaman yang sama. Kala itu, ia mengatakan "seluruh peradaban (Iran) akan musnah malam ini, dan tidak akan pernah bisa dipulihkan kembali".

Sebelumnya, komando pusat militer Iran menyatakan bahwa setiap serangan baru akan memicu pembalasan berkelanjutan terhadap pangkalan dan kepentingan AS. Dikatakan pula bahwa sekutu regional Washington akan dianggap sebagai pihak yang terlibat dalam konflik.

Militer Iran menambahkan bahwa mereka memiliki informasi mengenai persiapan serangan, tanpa merinci lebih lanjut mengenai informasi tersebut. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengatakan bahwa Iran harus terus berjuang sekaligus bernegosiasi untuk memukul mundur musuh-musuhnya dan mengukuhkan setiap pencapaian melalui diplomasi.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan akhir pekan lalu bahwa Teheran telah menyampaikan tujuh syarat kepada Washington untuk memulai perundingan. Ia kemudian mengungkapkan kepada Al Jazeera bahwa syarat-syarat tersebut mencakup penghentian perang di semua front, pencairan dana Iran yang dibekukan, serta penghentian blokade angkatan laut AS. Qatar telah bertindak sebagai pihak penengah.

"Ancaman Trump tidak akan membuahkan hasil apa pun. Kami siap menghadapi perang yang menentukan," ujar Rezaei.

Di tengah situasi tersebut, misi diplomatik AS di seluruh Timur Tengah mengeluarkan peringatan keamanan pada akhir pekan lalu. Badan itu mengimbau warga Amerika untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah risiko eskalasi lebih lanjut. Peringatan itu juga menyoroti kembali pecahnya pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Prabowo Bicara Soal Reshuffle - Vonis 25 Tahun Mantan Presiden Kosovo