Internasional

Harta Karun Viking 18,5 Kg Ditemukan saat Bikin Teras

sef, CNBC Indonesia
Senin, 21/09/2026 17:00 WIB
Foto: Ilustrasi harta karun Viking (REUTERS/Tom Little)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pria menemukan timbunan perak terbesar dari Zaman Viking di Denmark saat sedang menggali kebunnya. Harta karun tersebut terdiri dari 700 benda dan pecahan dari abad ke-10, dengan berat hampir 18,5 kg.

Mengutip Theartnewspaper, Senin (21/9/2026), timbunan perak terbesar itu ditemukan di kebun oleh seorang pria yang identitasnya dirahasiakan di Rebild. Situs web North Jutland Museums, otoritas museum setempat, mengatakan harta karun ditemukan saat ia hendak membangun teras baru.


Timbunan itu mencakup batangan perak, gelang, 47 koin utuh beserta pecahannya, sebuah liontin kecil berbentuk palu Thor, dan berbagai potongan benda perak lain yang disimpan di dalam wadah tanah liat. Ini memecahkan harta karun Viking yang sebelumnya ditemukan dan dikenal sebagai Timbunan Terslev, seberat 6,5 kg.

"Setelah setengah jam menggali, alat gali saya membentur sesuatu yang menimbulkan suara aneh," ujar pria penemu timbunan tersebut dalam pernyataan itu.

"Awalnya, saya mengira itu besi tua atau kawat pagar dan beberapa pecahan tembikar, tetapi saat saya mulai menggali dengan tangan, tiba-tiba saya bisa mengeluarkan satu demi satu benda logam dari dalam tanah. Setelah melakukan penggalian hati-hati selama beberapa saat, saya menyadari bahwa itu adalah perhiasan, koin, dan batangan perak," tambahnya.

Belum diketahui berapa nilai harta karun itu jika diuangkan. Namun Torben Sarauw, seorang arkeolog sekaligus kepala bidang warisan budaya di North Jutland Museum, mengatakan timbunan perak Zaman Viking ini sangat penting.

"Temuan ini memberikan wawasan langka mengenai ekonomi perak Zaman Viking, di mana perak tidak hanya berfungsi sebagai mata uang, tetapi juga sebagai logam mulia yang ditimbang untuk keperluan perdagangan, pembayaran, dan penyimpanan kekayaan," katanya.

Dilaporkan bagaimana salah satu batangan perak memiliki ukiran aksara rune, lapor pihak museum. Inskripsi tersebut kemungkinan dapat dibaca sebagai "hutu", yang bisa jadi merupakan sebuah nama atau tanda kepemilikan. Sarauw mengatakan bahwa timbunan tersebut juga mencakup koin-koin dengan tulisan Arab.

"Harta karun ini berasal dari momen penting dalam sejarah Denmark. Benda-benda ini dikubur pada masa ketika Kerajaan Denmark sedang terbentuk dan agama Kristen mulai menyebar ke seluruh Skandinavia," tambahnya.

"Selain memberikan gambaran mengenai perdagangan dan kekayaan pada Zaman Viking, temuan ini juga menjadi bukti adanya masyarakat yang sedang mengalami perubahan politik dan keagamaan yang mendalam," ujarnya lagi.

Setelah benda-benda tersebut didokumentasikan dengan baik, pihak museum berharap dapat memamerkan harta karun ini di Fyrkat. Ini merujuk sebuah museum Zaman Viking sekaligus situs benteng melingkar yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO dan memiliki kaitan dengan Raja Harald Bluetooth.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Menlu AS Menghadap RI Cs-Malaysia Bahas Kelapa Bersama Kementan