Prabowo Mau RI Sulap Batu Bara Jadi Bahan Bakar, Ini Penjelasan Bahlil

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Senin, 21/09/2026 13:42 WIB
Foto: CNBC INDONESIA

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mendorong Kementerian ESDM untuk mengoptimalkan potensi sumber energi dalam negeri, termasuk mengembangkan batu bara berkalori rendah menjadi bahan bakar berupa gas.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, arahan tersebut diambil menyusul kondisi geopolitik global yang tidak menentu. Menurutnya, pemerintah ingin mengurangi ketergantungan terhadap energi impor dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di dalam negeri.

"Jadi gini, apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo terkait dengan membuat gas ataupun minyak lewat batu bara, itu berangkat dari pemikiran bahwa dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, maka arahan Bapak Presiden Prabowo kepada kami adalah mengoptimalkan seluruh potensi energi yang ada di Indonesia," kata Bahlil di Jakarta, Senin (21/9/2026).


Bahlil menyebut salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan impor energi tersebut adalah melalui pemanfaatan batu bara sebagai sumber energi alternatif. Adapun, perkembangan teknologi saat ini memungkinkan batu bara berkalori rendah untuk diolah menjadi gas ataupun minyak.

"Sekarang teknologinya sudah canggih. Sekarang teknologinya sudah canggih di mana batu bara yang low kalori itu bisa menghasilkan gas maupun minyak," kata dia.

Lebih lanjut, ia menyebut teknologi serupa telah dikembangkan di sejumlah negara, termasuk China. Bahkan, sejumlah perusahaan telah menawarkan kerja sama kepada pemerintah Indonesia untuk mengembangkan teknologi tersebut.

"Dan kita tahu bahwa potensi batu bara kita untuk low kalori itu sangat besar sekali. Ini mungkin yang dimaksudkan oleh Bapak Presiden. Dan karena itu kami sebagai Menteri ESDM akan menindaklanjuti setiap perintah arahan Bapak Presiden terkait dengan optimalisasi dalam rangka meningkatkan ketahanan energi dengan memakai sumber-sumber energi dalam negeri. Tujuannya agar tidak lagi kita impor, devisa kita bisa ada dalam negeri, itu kira-kira," tambahnya.


(ven/wia)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Membangun Budaya Baru, Memperkuat Ketahanan Energi