MARKET DATA

Aturan Baru Insentif SPPG Mau Keluar, Tetap Pukul Rata Rp6 Juta/Hari?

Redaksi,  CNBC Indonesia
18 September 2026 12:10
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat ditemui di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat ditemui di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono buka suara terkait insentif operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) alias Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, aturan baru mengenai skema insnetif itu sedang digodok dalam proses harmonisasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Sebagai informasi, selama ini dapur MBG mendapat insentif operasional Rp6 juta per hari. Muncul wacana perubahan skema insentif, sehingga setiap dapur tak lagi menerima besaran insentif yang sama.

Wacana ini terungkap usai pertemuan tertutup antara Sudaryono dengan Purbaya Yudhi Sadewa saat masih menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) pada hari Jumat, 28 Agustus 2026 lalu di gedung Kemenkeu. Disebutkan, perubahan insentif itu ditujukan untuk menjamin pemberian insentif tepat sasaran.

"Lagi mau keluarkan aturannya (soal perubahan skema insentif Rp6 juta per hari)," kata Sudaryono di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, dikutip dari detikhealth, Jumat (18/9/2026).

"Ya, karena ada harmonisasi di Kementerian Keuangan. Nah, itu butuh waktu. Tapi saya berharap sih sesegera mungkin lah ini. Harusnya sih udah enggak ada persoalan lagi," tambahnya.

Sudaryono menjelaskan, rencana perubahan skema insentif dapur MBG agar lebih adil. Daripada semua dapur mendapat jumlah sama.

Sebagaimana diketahui, pemberian insentif SPPG senilai Rp 6 juta per hari telah bergulir sejak masa kepemimpinan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN. Termuat dalam Keputusan Kepala BGN Nomor 401.1 Tahun 2025.

Dalam keputusan itu, disebutkan Insentif fasilitas SPPG ditetapkan sebesar Rp6 juta per hari operasional dan diberikan berbasis ketersediaan layanan (availability-based), bukan berbasis jumlah porsi yang diproduksi.

(dce/dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Sudaryono Minta Bersabar, Belum Mau Buru-Buru Buka Dapur Baru MBG


Most Popular
Features