MARKET DATA

Prabowo Rapat Paripurna dengan Anggota DEN, Apa yang Dibahas?

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
17 September 2026 16:20
Presiden Prabowo Subianto dalam dialog bersama jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). (Dok. Tim Media Prabowo Subianto)
Foto: Presiden Prabowo Subianto dalam dialog bersama jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). (Dok. Tim Media Prabowo Subianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat paripurna dengan seluruh anggota Dewan Energi Nasional (DEN), di Istana Negara, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Ada beberapa menteri juga yang dipanggil seperti Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhy, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat.

Selain itu juga dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan nasional Rachmat Pambudi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwan Kartasasmita, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Para anggota DEN juga tiba di kawasan istana sekitar pukul 15.28 WIB menaiki mobil minibus.

"Hari ini, kami akan melakukan eh rapat paripurna dengan seluruh anggota Dewan Energi Nasional. Dewan Energi Nasional ini kan ketua, ketuanya Bapak Presiden eh Prabowo, dan saya sebagai ketua harian. Dan kemudian ada anggota DEN yang lain dari pemangku kepentingan, dari utusan masyarakat, akademisi, dan beberapa menteri sebagai anggota DEN," kata Bahlil, kepada wartawan.

Bahlil mengatakan bahwa ini merupakan agenda rutin DEN, yang biasanya diselenggarakan dua kali sidang paripurna bersama presiden. Dalam kesempatan itu Bahlil juga membenarkan bahwa salah satu agenda yang dibahas adalah penerapan implementasi E20.

"Bagian dari pada itu. Pasti kalau kita bicara tentang DEN seluruh bagian menyangkut dengan energi dan menjadi pembahasan nantinya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga bicara mengenai kondisi kelangkaan BBM di Makassar. Menurutnya stok nasional saat ini juga sudah mencapai kapasitas aman mencapai 18 - 20 hari mendatang.

"Stok nasional dalam standar minimum kebutuhan nasional kita di angka 18 - 20 hari," katanya.

Sedangkan kelangkaan yang terjadi Makassar, saat ini sudah mulai terurai. Hal itu disebabkan adanya pergeseran pemakaian BBM yang memakai RON 92 - 95 menjadi non subsidi.

"Sudah selesai dan saya sudah laporkan kepada bapak presiden," kata Bahlil.

(hoi/hoi) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pratikno Hingga Suahasil Merapat ke Istana, Prabowo Reshuffle Kabinet?


Most Popular
Features