Terungkap! Begini Cerita Trenggono Ditunjuk Jadi Menteri Oleh Prabowo

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Kamis, 17/09/2026 18:15 WIB
Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Cirebon, CNBC Indonesia - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, mengungkap kisah awal dirinya masuk ke pemerintahan hingga akhirnya dipercaya menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Cerita itu bermula ketika dirinya menjadi Wakil Menteri Pertahanan mendampingi Prabowo Subianto yang saat itu menjabat Menteri Pertahanan.

Trenggono mengaku sempat menjalani masa-masa awal sebagai pejabat pemerintah dengan perasaan grogi. Ia kemudian bercerita bagaimana dirinya akhirnya masuk ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Cerita tersebut disampaikan Trenggono saat melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026).


"Kalau saya sudah 5 tahun jadi menteri. Tahun 2021 awal saya masuk sebagai menteri, masih belajar gitu. Sama seperti kayak orang sekolah. Jadi kiri kanan grogi-grogi," kata Trenggono dalam sambutannya.

Sebelum menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Trenggono memang menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan pada 2019-2020 dan mendampingi Prabowo di Kementerian Pertahanan. Ia kemudian dilantik menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan pada 23 Desember 2020.

Trenggono kemudian mengungkap perjalanan menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan terjadi karena dirinya didorong Prabowo yang kala itu masih menjabat sebagai Menhan.

"Kayaknya sudah dijorokin gitu saya.. sama Pak Prabowo dijorokin. (Katanya) 'Sudah kamu jadi menteri, jangan jadi wakil saya, jadi Menteri Kelautan dan Perikanan'. Aduh ampun. Itu yang terjadi," tutur dia.

Setelah menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Trenggono mulai berkeliling ke berbagai wilayah Indonesia untuk melihat langsung kondisi kampung nelayan dan pelabuhan perikanan.

Namun, pengalaman pertamanya justru membuatnya terkejut.

"Saya keliling ke seluruh Indonesia, yang saya lihat adalah kampung-kampung dan desa-desa nelayan. Lalu kemudian sarana prasarana pelabuhan. Begitu selesai itu saya langsung, 'aduh kok baunya kayak gini ya, ngapain saya mau jadi Menteri Kelautan Perikanan' gitu," kisahnya.

Pengalaman tersebut kemudian membuat Trenggono membandingkan kondisi pelabuhan perikanan di Indonesia dengan sejumlah negara yang dikunjunginya.

Ia mengaku sempat mendatangi Jepang, Australia hingga sejumlah negara di Eropa untuk melihat pengelolaan kampung nelayan dan pelabuhan perikanan.

"Saya keliling ke dunia, saya ke Jepang, saya ke Australia, saya ke Eropa. Kampung nelayannya bagus-bagus. Pelabuhannya juga bagus-bagus. Nggak ada pelabuhan yang bau, kumuh, dan seterusnya nggak ada," ujar Trenggono.

Dari pengalamannya itu, Trenggono kemudian mulai memikirkan bagaimana mengubah wajah pelabuhan perikanan Indonesia agar lebih modern, bersih dan produktif.

"Nah ini adalah reformasi. Kita lakukan perubahan yang sangat mendasar, kita perbaiki. Tentu kalau pelabuhannya bagus, kualitas produknya juga bagus," kata Trenggono saat ditemui seusai acara groundbreaking.

Salah satu upaya tersebut kini diwujudkan melalui pengembangan PPN Kejawanan. Proyek yang didanai melalui pinjaman Islamic Development Bank (IsDB) tersebut memiliki nilai sekitar Rp459 miliar.

Pengembangan PPN Kejawanan ditargetkan membuat kapasitas pelabuhan meningkat. Daya tampung kapal diproyeksikan naik dari 241 unit menjadi 500 unit. Produksi ikan juga ditargetkan melonjak dari 5.600 ton menjadi 32.000 ton per tahun.

Selain itu, penyerapan tenaga kerja diproyeksikan meningkat dari sekitar 2.900 orang menjadi 8.000 orang. Penerimaan negara bukan pajak juga ditargetkan naik dari Rp15 miliar menjadi Rp53 miliar.

Trenggono mengatakan, transformasi pelabuhan bukan hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi perikanan. Pemerintah juga ingin menggabungkan fungsi pelabuhan dengan sektor pariwisata.

"Mimpinya adalah sebuah pelabuhan perikanan yang modern, yang bagus, yang bersih, tidak berbau, betul-betul terkombinasi dengan sektor wisata dan tematik sesuai dengan karakter-karakter di daerah," pungkas dia.


(wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Prabowo Soal Beda Pandangan Lembaga Rating Melihat Ekonomi RI