Dorong Transformasi Green Port, Pelindo Luncurkan Layanan OPS

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Rabu, 16/09/2026 17:52 WIB
Foto: dok Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meluncurkan layanan Onshore Power Supply (OPS) pada hari ini, Rabu (16/09), di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Fasilitas listrik darat berkapasitas 500 kVA tersebut memungkinkan kapal yang sedang bersandar memperoleh pasokan listrik dari darat sehingga penggunaan mesin bantu (auxiliary engine) kapal dapat dikurangi.

Peluncuran fasilitas layanan OPS tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Perhubungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Asosiasi Pemilik Kapal (INSA), PT PLN (Persero) serta jajaran manajemen Pelindo Group.


"Kami yakin implementasi OPS di Pelabuhan Tanjung Priok dapat menjadi best practice dan menjadi bagian dari transformasi pelabuhan-pelabuhan di Indonesia menuju pelabuhan yang lebih hujau, efisien, berdaya saing dan berkelanjutan" ujar Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Susanto dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).

Pengoperasian OPS menjadi salah satu langkah Pelindo dalam mendorong transformasi Pelabuhan Tanjung Priok menuju green port. Selain mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) selama kapal bersandar, penggunaan listrik darat dapat mengurangi running hours mesin bantu kapal, kebutuhan pemeliharaan, emisi gas buang, kebisingan, dan getaran di area dermaga.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar mengatakan pengembangan OPS merupakan bagian dari upaya Pelindo membangun ekosistem pelabuhan yang semakin hijau, efisien, dan siap menghadapi perkembangan standar industri maritim global.

"OPS bukan sekadar menggantikan sumber listrik kapal dari genset menjadi listrik darat. Ini merupakan langkah konkret dalam transformasi Pelabuhan Tanjung Priok menuju green port, dengan menghadirkan energi yang lebih efisien, lebih bersih, dan lebih andal. Kami ingin membangun ekosistem pelabuhan yang tidak hanya semakin produktif, tetapi juga semakin berkelanjutan," ujar Achmad.

Pengembangan OPS juga didukung oleh PT PLN (Persero) sebagai bagian dari kolaborasi penyediaan ekosistem kelistrikan yang andal untuk mendukung transisi energi di kawasan pelabuhan. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengungkapkan PLN siap mendukung transformasi sektor kepelabuhanan melalui penyediaan pasokan listrik yang andal untuk kapal sandar.

"Lewat kolaborasi ini, kami ingin mendorong produktivitas melalui penghematan para pelaku usaha di bidang maritim dan mengoptimalkan aktivitas pelabuhan, sekaligus menekan emisi yang dihasilkan" ujar dia.

OPS bekerja melalui skema shore-to-ship power. Saat kapal bersandar dan terhubung dengan fasilitas tersebut, kebutuhan listrik kapal seperti hotel load, reefer, pompa, dan kebutuhan operasional lainnya dapat dipasok melalui jaringan listrik darat sehingga auxiliary engine kapal dapat dimatikan selama penggunaan OPS.

Berdasarkan pengujian yang dilakukan, implementasi OPS diperkirakan dapat mengurangi emisi gas buang kapal hingga 75%. Emisi lokal dari cerobong kapal seperti nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx), dan partikulat juga dapat dihilangkan selama kapal sepenuhnya menggunakan pasokan listrik darat.

Dari sisi efisiensi, pengukuran terhadap dua kapal uji menunjukkan potensi penghematan biaya energi sekitar 40% hingga 64% dibandingkan penggunaan genset kapal, bergantung pada jenis mesin dan bahan bakar yang digunakan. Berkurangnya running hours auxiliary engine juga dapat menekan kebutuhan pemeliharaan dan memperpanjang interval overhaul mesin.

Dalam pengoperasiannya, Pelindo menugaskan PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI) untuk mengelola layanan OPS. Sebagai bagian dari Pelindo Group, EPI mengelola jaringan distribusi listrik internal kawasan pelabuhan sekaligus memastikan kesiapan dan keandalan pasokan listrik dari darat ke kapal.

Direktur Utama PT EPI, Andriyuda Siahaan mengatakan fasilitas OPS di Dermaga 004 telah melalui Site Acceptance Test (SAT) dan berhasil diuji coba pada kapal niaga pada Juli 2026.

"Sebagai operator, PT EPI memastikan keandalan pasokan listrik dan kesiapan teknis layanan di dermaga. OPS juga membuka pengembangan layanan energi yang lebih terukur bagi pengguna jasa berdasarkan konsumsi listrik dan tingkat layanan yang dibutuhkan," ujar Andriyuda.

Peluncuran layanan OPS di Pelabuhan Tanjung Priok menjadi tahap awal pengembangan layanan secara lebih luas. Setelah tahap pilot dan komersialisasi di Dermaga 004, Pelindo akan melakukan pengembangan secara bertahap ke terminal lainnya dengan kapasitas yang disesuaikan dengan profil kebutuhan kapal.

Dalam roadmap pengembangan, Pelindo mengarahkan pengembangan OPS di Tanjung Priok hingga 24 unit pada 2027. Dalam jangka panjang, model tersebut direncanakan untuk direplikasi secara bertahap ke terminal multipurpose, dermaga umum, serta pelabuhan lainnya, dengan roadmap indikatif pengembangan nasional hingga 123 unit OPS pada 2050.

"Dari Tanjung Priok, kami ingin membangun fondasi untuk memperluas solusi transisi energi ke terminal dan pelabuhan lainnya di Indonesia. Pelabuhan masa depan harus semakin produktif dan efisien, sekaligus mampu tumbuh dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan," pungkas Achmad.


(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:

Video:Presiden Resmikan LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai