Menkeu Suahasil Ungkap Anggaran Tangani El Nino: APBN Fleksibel

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Rabu, 16/09/2026 15:50 WIB
Foto: Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan sambutan saat acara Serah Terima Jabatan Menteri Keuangan di Gedung Juanda II, Kementerian Kuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan anggaran 2026 untuk bencana sejatinya sudah disiapkan, termasuk untuk penanggulangan dampak dari fenomena El Nino.

Namun, fleksibilitas anggaran perlu dilakukan sesuai dengan kondisi yang saat ini terjadi.

"Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, telah ada anggaran yang memang disiapkan untuk penanggulangan bencana. Namun fleksibilitasnya sangat diperlukan," kata Suahasil kepada wartawan usai menghadiri Sidang Paripurna Luar Biasa Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Rabu (16/9/2026).


Suahasil menjelaskan fleksibilitas tersebut dapat merespons terhadap situasi bencana yang tengah terjadi di Indonesia.

"Fleksibilitas anggaran sangar diperlukan untuk memastikan bahwa anggarannya responsif terhadap situasi yang berkembang, situasi bencana alam, kekeringan, dan yang lainnya. Ini harus kita tangani," terang Suahasil.

Pihaknya menegaskan tekanan dari bencana alam tersebut harus ditanggulangi dengan cepat oleh pemerintah agar masyarakat yang terdampak bencana tidak berlarut dalam kesedihan dan kerugian yang cukup lama.

"Tekanan dari berbagai macam kejadian yang tak terduga itu harus langsung kita tanggulangi demi kebaikan masyarakat," ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, El Nino yang sedang terjadi saat ini dalam intensitas sangat kuat. Hal itu terungkap dalam Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian I September 2026, yang dirilis BMKG pada 14 September 2026.

Dijabarkan, hasil monitoring pada Dasarian I September 2026 menunjukkan indeks Indian Ocean Dipole (IOD) sebesar +0,394, naik dari IOD Agustus yang juga positif 0,376.

Sementara, nilai anomali suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature Anomaly/ SSTA) di region Nino 3.4 secara dasarian (ENSO bulanan) adalah sebesar +2,76, naik dari Agustus yang +2,83). Indeks ENSO (rata-rata 3 bulanan) untuk Juli-Agustus-September adalah sebesar 2,6.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:

Video: BMKG Ingatkan Puncak Kemarau, Risiko Kekeringan Meningkat