Diam-Diam Toyota Mau Bikin Mobil Listrik BEV Harga Terjangkau, Kapan?
Jakarta, CNBC Indonesia - Toyota-Astra Motor (TAM) membuka peluang menghadirkan mobil listrik berbasis baterai (BEV) dengan harga yang lebih terjangkau di Indonesia. Jika sampai kejadian, maka pabrikan China yang banyak bermain di segmen ini perlu waspada. Namun, rencana tersebut belum akan dilakukan dalam waktu dekat karena Toyota masih melakukan kajian.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor Bansar Maduma mengatakan Toyota terus mempelajari kebutuhan pasar Indonesia, termasuk peluang menghadirkan kendaraan listrik di segmen entry-level.
"Pastinya memang kita Toyota selalu untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun memang kita masih ada beberapa prioritas dan juga perlu waktu untuk study," kata Bansar dalam Journalist Test Drive 2026 Toyota di Yogyakarta, Rabu (16/9/2026).
Toyota pada dasarnya mengarah ke segmen tersebut. Hanya saja, perusahaan masih membutuhkan waktu untuk menentukan produk dan strategi yang tepat.
"Pasti kita mengarah ke sana, namun memang perlu waktu," ujarnya.
Untuk saat ini, Toyota masih mengandalkan strategi multi-pathway dengan menawarkan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE), hybrid, hingga BEV. Salah satu strategi Toyota untuk memperluas pasar elektrifikasi adalah menghadirkan kendaraan hybrid dengan harga yang lebih terjangkau. Langkah tersebut diwujudkan melalui Veloz Hybrid EV.
Bansar mengatakan sebelumnya kendaraan hybrid identik dengan mobil berharga relatif tinggi. Toyota kemudian mencoba memperluas akses teknologi tersebut melalui Veloz Hybrid EV.
"Karena mungkin teman-teman juga tahu ya bahwa tadinya hybrid juga mobil mahal gitu ya, tapi kita coba meluncurkan hybrid yang affordable yaitu Veloz Hybrid EV," kata dia.
Strategi tersebut mendapat respons positif dari pasar. Menurut Bansar, penerimaan terhadap Veloz Hybrid EV cukup besar dan menjadi salah satu bahan pertimbangan Toyota dalam mengembangkan kendaraan elektrifikasi berikutnya.
"Dan ini merupakan salah satu bahan untuk study kami ke depannya untuk menelurkan beberapa teknologi elektrifikasi ke depannya," ujarnya.
Saat ini, kontribusi kendaraan elektrifikasi terhadap penjualan Toyota secara keseluruhan disebut masih sekitar 21%. Artinya, kendaraan bermesin pembakaran internal masih mendominasi penjualan Toyota.
"Kalau dilihat elektrifikasi kita secara komposisi masih 21%. Kalau masih 21% berarti kan masih ada 79% yang ICE," kata Bansar.
(dce)