MARKET DATA
Internasional

Mantan Presiden Divonis Hari Ini, Kasusnya Bikin Ngeri

luc,  CNBC Indonesia
16 September 2026 16:10
Supporters of former Kosovo President Hashim Thaci gather on the day Thaci and other former Kosovo Liberation Army (KLA) members hear the judgment in their war crimes trial at the Kosovo Specialist Chambers in The Hague, in Pristina, Kosovo September
Foto: REUTERS/Florion Goga

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengadilan kejahatan perang Kosovo di Den Haag dijadwalkan membacakan putusan terhadap mantan presiden Hashim Thaci dan sejumlah mantan komandan perang pada Rabu (16/9/2026). Mereka didakwa terlibat dalam pembunuhan dan penyiksaan selama konflik berdarah Kosovo ketika wilayah tersebut memisahkan diri dari Serbia pada 1990-an.

Mengutip laporan Reuters, menjelang pembacaan putusan, puluhan pendukung Thaci berkumpul di luar Kosovo Specialist Chambers di Den Haag. Mereka meneriakkan "UCK", akronim bahasa Albania untuk Tentara Pembebasan Kosovo atau Kosovo Liberation Army (KLA), sambil mengibarkan bendera KLA.

Di lokasi lain di kota tersebut, sekitar 1.000 warga Kosovo keturunan Albania berkumpul untuk menyaksikan pembacaan putusan melalui layar besar.

Hakim ketua diperkirakan mulai membacakan putusan pada pukul 10.00 waktu setempat. Proses tersebut diperkirakan berlangsung sedikitnya satu jam.

Jaksa menuntut hukuman 45 tahun penjara bagi Thaci yang kini berusia 58 tahun dan tiga mantan komandan KLA lainnya. Kelompok KLA merupakan pasukan yang pernah bertempur melawan tentara Serbia. Seluruh terdakwa membantah dakwaan terhadap mereka.

Putusan ini akan menjadi perhatian besar di Kosovo dan Serbia. Warisan konflik 1998-1999 serta deklarasi kemerdekaan Kosovo pada 2008 masih menjadi sumber ketegangan antara warga Kosovo keturunan Albania dan etnis Serbia.

Bagi banyak warga Kosovo keturunan Albania, Thaci tetap dipandang sebagai tokoh yang dihormati. Sebaliknya, pengadilan tersebut sangat tidak populer di Kosovo.

Sejumlah kota di Kosovo telah memasang layar besar yang menampilkan hitung mundur menuju pembacaan putusan. Bendera KLA juga terlihat dikibarkan di jalan-jalan utama.

Kepolisian Kosovo mengatakan telah melakukan persiapan bersama pasukan penjaga perdamaian asing untuk mengantisipasi kemungkinan aksi protes berubah menjadi kekerasan. Amerika Serikat dan sejumlah kedutaan besar lainnya juga mengimbau warga mereka menghindari kerumunan.

Jaksa di Den Haag menyatakan lebih dari 100 lawan politik serta orang-orang yang dianggap bekerja sama dengan aparat keamanan Serbia tewas dibunuh oleh pasukan KLA selama konflik.

Karena adanya kekhawatiran terhadap intimidasi saksi, banyak saksi yang dihadirkan jaksa memberikan kesaksian secara tertutup. Situasi tersebut justru memperbesar ketidakpercayaan masyarakat Kosovo terhadap pengadilan.

Pengacara Thaci menyatakan tuduhan terhadap kliennya tidak berdasar dan merupakan upaya untuk menulis ulang sejarah. Mereka juga berpendapat tidak ada bukti yang secara langsung menghubungkan Thaci dengan kejahatan yang didakwakan maupun membuktikan bahwa ia mengendalikan komandan-komandan KLA lainnya.

Adapun Kosovo Specialist Chambers yang berkedudukan di Den Haag dibentuk pada 2015 setelah mendapat tekanan internasional. Pengadilan tersebut bertugas mengadili mantan anggota KLA atas dugaan kejahatan selama dan setelah perang.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Mantan Presiden Lolos dari Kasus Korupsi, Pernah Diampuni Trump


Most Popular
Features