Tambang Freeport Bisa Hasilkan 21 Ton Emas di Tahun Ini

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Rabu, 16/09/2026 10:20 WIB
Foto: Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Tony Wenas saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Komplek Parlemen, Selasa (15/9/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan produksi emas dari tambang yang dioperasikan perusahaan saat ini bisa mencapai 700.000 ons atau setara dengan 21 ton emas pada tahun 2026 ini. Selain emas, perusahaan juga menargetkan produksi tembaga mencapai 800 pon di tahun ini.

Direktur Utama PTFI Tony Wenas mengatakan rencana produksi tersebut dihasilkan di tengah kapasitas operasional penambangan yang berada di tingkat 65% dari kapasitas normal. Ia menjelaskan bahwa kapasitas penambangan tahun ini diproyeksikan sebesar 124.000 ton bijih per hari akibat penyesuaian operasional pasca insiden longsoran material basah pada tahun lalu.

"Ini kalau kapasitas normal kita kira-kira 200.000 ton bijih per hari. Jadi untuk tahun ini kita masih dalam kapasitas sekitar 65% dari kapasitas normal. Ini disebabkan oleh adanya longsoran material basah pada bulan September tahun yang lalu," kata Tony dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, dikutip Rabu (16/9/2026).


Tony mengungkapkan bahwa dari total volume pengolahan bijih tersebut, perseroan mengonversi hasil tambang menjadi emas dan tembaga. Penjualan produk emas dan komoditas pendukung lainnya turut ditopang oleh operasional fasilitas pemurnian logam berharga (Precious Metal Refinery).

"Dan ini kalau dihitung berapa metal yang akan diproduksi dari hasil bijih yang ditambang tersebut, di tahun 2026 ini kami akan bisa memproduksi 800 juta pound tembaga dan 700.000 ounces emas. 700.000 ounces emas kalau kita tonasekan itu menjadi 21 ton emas di tahun 2026 ini," tuturnya.

Selain emas dan tembaga, PTFI juga memproyeksikan hasil pemurnian berupa 103 ton perak batangan, 1,4 juta ton asam sulfat, serta 900.000 ton terak tembaga (copper slag).

Produksi oleh perusahaan diproyeksikan akan meningkat secara bertahap seiring dengan pemulihan area penambangan Grasberg Block Caving (GBC). Pada tahun 2027, kapasitas penambangan ditargetkan naik menjadi 170.000 ton bijih per hari dengan produksi emas mencapai 31 ton, sebelum mendekati kapasitas penuh sebesar 39 hingga 40 ton emas pada 2028.

"Kenaikan tingkat produksi ini sejalan dengan pemulihan Grasberg Block Caving yang terkena longsor di tahun yang lalu," tandasnya.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Dukung Masyarakat Mimika, Freeport Gelontorkan Rp 3 T per Tahun