Laku Ribuan per Bulan, Sepraktis Apa Veloz Hybrid EV Jajal Jalanan?
Jakarta, CNBC Indonesia - Mobil hybrid mulai menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tanpa harus mengubah kebiasaan berkendara secara drastis. Salah satu model yang mengisi ceruk tersebut adalah Toyota Veloz Hybrid EV.
Berbeda dengan mobil listrik murni yang membutuhkan pengisian daya dari sumber listrik eksternal, sistem full hybrid pada Veloz tidak mengharuskan pemilik mencolokkan mobil ke charger. Baterai mendapatkan suplai energi dari sistem kendaraan, termasuk melalui regenerative braking saat mobil melakukan perlambatan atau pengereman.
Pengalaman berkendara dengan karakter tersebut juga terasa ketika Veloz Hybrid EV digunakan menyusuri jalan perkotaan Yogyakarta. Dalam pengujian dengan kecepatan rata-rata sekitar 30 km/jam dan kondisi jalan normal, konsumsi bahan bakar yang tercatat mencapai 16-18 kilometer per liter berdasarkan indikator di mobil.
Angka tersebut tentu bukan patokan mutlak untuk seluruh pengguna. Konsumsi BBM dapat berbeda tergantung kondisi lalu lintas, gaya mengemudi, jumlah penumpang dan barang yang dibawa, hingga penggunaan pendingin udara.
Toyota Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Bansar Maduma mengatakan kebutuhan konsumen terhadap kendaraan berbeda-beda, termasuk dalam hal pengalaman berkendara dan penggunaan kendaraan sehari-hari.
"Ada yang menikmati performance dan sensasi berkendaranya, menikmati perjalanan jauh bersama keluarga, dan juga merasa bahagia ketika memiliki mobil yang efisien, praktis, nyaman, dan bisa diandalkan setiap hari," kata Bansar dalam Journalist Test Drive di Yogyakarta, Selasa (15/9/26).
Dari sisi fungsi, Veloz Hybrid EV juga tidak meninggalkan karakter dasarnya sebagai MPV keluarga. Kabin tiga baris tetap memberikan ruang bagi penumpang sekaligus fleksibilitas ketika kendaraan digunakan untuk membawa barang.
Hal ini membuat teknologi hybrid pada Veloz tidak hanya berkaitan dengan penghematan bahan bakar. Bagi konsumen, salah satu daya tariknya justru terletak pada transisi menuju kendaraan elektrifikasi yang tidak membutuhkan perubahan besar dalam kebiasaan penggunaan mobil.
Respons pasar terhadap Veloz Hybrid EV pun menunjukkan minat yang cukup kuat. Toyota mencatat penjualan model tersebut konsisten berada di atas 2.000 unit per bulan sejak awal 2026. Hingga awal September, jumlah pemesanannya telah menembus lebih dari 20.000 unit.
Secara keseluruhan, penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 38.769 unit. Angka tersebut meningkat 86% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Veloz Hybrid EV menjadi salah satu dari tiga model dengan kontribusi terbesar terhadap penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus, bersama Kijang Innova Zenix Hybrid EV dan Yaris Cross Hybrid EV.
Pada periode yang sama, total penjualan wholesales Toyota mencapai 175.932 unit atau meningkat 9% dibandingkan periode Januari-Agustus tahun sebelumnya. Kendaraan elektrifikasi menyumbang sekitar 21% dari total penjualan Toyota.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Hiroyuki Oide mengatakan kegiatan pengujian kendaraan Toyota juga menjadi bagian dari upaya memperlihatkan perbedaan karakter masing-masing teknologi kepada konsumen.
"Journalist Test Drive kali ini tidak hanya mengajak rekan-rekan media mengeksplorasi keunggulan produk Toyota, tetapi juga melihat bagaimana setiap kendaraan dapat menghadirkan 'Joy' yang berbeda sesuai kebutuhan dan lifestyle masing-masing pelanggan," kata Hiroyuki.
(dce/dce)