Arab Membara! Houthi Rebut Pulau Strategis Laut Merah, AS Turun Tangan
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance secara blak-blakan mengungkapkan bahwa Washington kini tengah terlibat dalam pembicaraan langsung dengan kelompok pemberontak Houthi. Langkah diplomasi darurat ini diambil usai kelompok proksi Iran tersebut sukses merebut kendali atas pulau strategis Mayun, yang juga dikenal sebagai Perim, di perairan Laut Merah.
Mengutip Anadolu Agency, Selasa (15/9/2026), Vance menegaskan bahwa AS terus memantau dan memegang kendali atas situasi tersebut. Berbicara kepada wartawan di Pangkalan Gabungan Andrews pada hari Senin sebelum bertolak ke Kansas, ia membeberkan rencana respons AS saat ditanya mengenai kekhawatiran atas pengambilalihan paksa wilayah oleh Houthi.
"Kami terus menjalin kontak dengan pihak Emirat, Saudi, dan pihak-pihak lain yang terdampak di kawasan tersebut. Ini adalah sesuatu yang sangat dikuasai oleh pemerintah Amerika Serikat," paparnya.
Demi mencegah eskalasi konflik yang memburuk, Washington memutuskan untuk membuka jalur komunikasi secara langsung dengan kelompok militan yang berkuasa di Yaman tersebut.
"Kami juga telah terlibat dalam pembicaraan langsung dengan Houthi itu sendiri, jadi kami benar-benar merasa bahwa kami menguasai situasi," ungkapnya.
"Ini adalah hal yang sangat cair dan dinamis, tetapi kami akan terus memantaunya, memastikan bahwa kepentingan terbaik Amerika terwakili," tegasnya.
Sebagai informasi, manuver turun tangan dari petinggi AS ini terjadi tepat di tengah meningkatnya pertempuran mematikan antara pasukan pemerintah Yaman dan milisi Houthi.
Eskalasi ini kian memperburuk krisis geopolitik di Timur Tengah, terlebih kelompok Houthi belakangan ini gencar melancarkan serangkaian gempuran yang menargetkan fasilitas energi vital di wilayah Arab Saudi.
(tps/luc)