FOTO Internasional

Perang AS-Iran Makan Korban Baru, Maskapai Ini Ajukan Kebangkrutan

Pool, CNBC Indonesia
Selasa, 15/09/2026 06:30 WIB

airBaltic ajukan perlindungan Chapter 11 di AS untuk restrukturisasi utang senilai US$405 juta di tengah krisis industri penerbangan.

1/6 Pesawat Airbus A220-300 milik AirBaltic lepas landas sebelum seluruh penerbangan internasional dihentikan pada tengah malam hari Senin, 16 Maret, sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit virus corona (COVID-19) di Riga, Latvia, 16 Maret 2020. (REUTERS/Ints Kalnins/File Foto)

Maskapai nasional Latvia, airBaltic, secara sukarela mengajukan permohonan perlindungan berdasarkan Bab 11 (Chapter 11) Undang-Undang Kepailitan Amerika Serikat di New York pada Senin (14/9/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya restrukturisasi utang di tengah tekanan berat yang melanda industri penerbangan akibat konflik Amerika Serikat dengan Iran. (REUTERS/Ints Kalnins/File Foto)

2/6 Pesawat Airbus A220-300 milik AirBaltic lepas landas sebelum seluruh penerbangan internasional dihentikan pada tengah malam hari Senin, 16 Maret, sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit virus corona (COVID-19) di Riga, Latvia, 16 Maret 2020. (REUTERS/Ints Kalnins/File Foto)

Dalam keterangannya, airBaltic menyebut telah memperoleh komitmen pendanaan sebesar €350 juta atau sekitar US$405 juta atau Sekitar Rp7,1 triliun dari sejumlah pemberi pinjaman. Dana tersebut berasal dari Strategic Value Partners, Barclays, Hayfin Capital Management, Morgan Stanley, dan Oaktree Capital Management untuk menjaga operasional perusahaan selama proses restrukturisasi berlangsung. (REUTERS/Ints Kalnins/File Foto)

3/6 Pesawat Airbus A220-300 milik AirBaltic lepas landas sebelum seluruh penerbangan internasional dihentikan pada tengah malam hari Senin, 16 Maret, sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit virus corona (COVID-19) di Riga, Latvia, 16 Maret 2020. (REUTERS/Ints Kalnins/File Foto)

Perusahaan menyatakan pengajuan Chapter 11 bertujuan memberikan perlindungan dari para kreditur sembari maskapai melakukan negosiasi restrukturisasi utang. Meski demikian, airBaltic memastikan seluruh penerbangan tetap berjalan sesuai jadwal selama proses hukum yang diawasi pengadilan berlangsung. (REUTERS/Ints Kalnins/File Foto)

4/6 Pesawat Airbus A220-300 milik AirBaltic lepas landas sebelum seluruh penerbangan internasional dihentikan pada tengah malam hari Senin, 16 Maret, sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit virus corona (COVID-19) di Riga, Latvia, 16 Maret 2020. (REUTERS/Ints Kalnins/File Foto)

Tekanan terhadap sektor penerbangan meningkat setelah konflik AS-Iran mendorong lonjakan harga bahan bakar pesawat hingga dua kali lipat. Kondisi tersebut memicu krisis terburuk bagi industri penerbangan sejak pandemi COVID-19, dengan biaya operasional maskapai meningkat tajam. (REUTERS/Suzanne Plunkett/File Foto)

5/6 Pesawat Airbus A220-300 milik AirBaltic lepas landas sebelum seluruh penerbangan internasional dihentikan pada tengah malam hari Senin, 16 Maret, sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit virus corona (COVID-19) di Riga, Latvia, 16 Maret 2020. (REUTERS/Ints Kalnins/File Foto)

AirBaltic, yang mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah Latvia, menjadi maskapai kedua yang terdampak langsung akibat perang tersebut. Sebelumnya, maskapai berbiaya rendah asal Amerika Serikat, Spirit Airlines, mengajukan kebangkrutan pada Mei setelah gagal memperoleh dukungan kreditur untuk rencana penyelamatan dari pemerintah AS. (Dok. Pexels)

6/6 Pesawat Airbus A220-300 milik AirBaltic lepas landas sebelum seluruh penerbangan internasional dihentikan pada tengah malam hari Senin, 16 Maret, sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit virus corona (COVID-19) di Riga, Latvia, 16 Maret 2020. (REUTERS/Ints Kalnins/File Foto)

Selain airBaltic, sejumlah maskapai lain juga menghadapi tekanan keuangan akibat kenaikan biaya bahan bakar dan pelemahan nilai tukar. AirAsia, maskapai berbiaya rendah terbesar di Asia Tenggara, diketahui tengah mencari tambahan modal untuk menghadapi beban biaya operasional dan kerugian kurs yang meningkat. (Dok. Pexels)