FOTO

Air dari Sumur Bor Hilang, Warga Babelan Bekasi Sudah 4 Bulan Merana

CNBC Indonesia/Muhammad Sabki, CNBC Indonesia
Senin, 14/09/2026 19:30 WIB

Sekitar 250 KK di Bekasi terdampak krisis air bersih akibat sumur mengering selama kemarau panjang dan fenomena El Nino kuat.

1/7 Warga mengisi air bersih yang disediakan BPBD di Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (14/9/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Warga mengisi air bersih yang disediakan BPBD di Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (14/9/2026). Kekeringan yang melanda wilayah tersebut membuat sekitar 250 kepala keluarga (KK) mengalami krisis air bersih. Kondisi ini terjadi setelah sumur galian dan sumur bor warga mengering selama musim kemarau. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

2/7 Warga mengisi air bersih yang disediakan BPBD di Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (14/9/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Salah seorang warga, Casmid (57), mengatakan kekeringan telah berlangsung sekitar empat bulan. Menurutnya, sumur bor yang biasa digunakan warga tidak lagi mengeluarkan air ketika musim kemarau tiba. "Sudah empat bulan desa ini mengalami kekeringan. Biasanya saya pakai sumur bor, kalau sudah masuk kemarau pasti tidak ada air," ujar Casmid. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

3/7 Warga mengisi air bersih yang disediakan BPBD di Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (14/9/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Casmid memanfaatkan bantuan air bersih dari BPBD untuk keperluan memasak dan mandi. Sementara untuk kebutuhan minum, ia memilih menggunakan air galon isi ulang. "Kalau minum saya pakai galon isi ulang. Ini hanya untuk masak dan mandi di rumah," katanya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

4/7 Warga mengisi air bersih yang disediakan BPBD di Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (14/9/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Krisis air bersih tersebut membuat bantuan pasokan air menjadi salah satu kebutuhan utama warga selama musim kemarau, terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Diketahui Kabupaten dan Kota Bekasi masuk dalam status "Awas" atau zona merah kekeringan meteorologis akibat fenomena El Nino yang memicu curah hujan sangat rendah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

5/7 Warga mengisi air bersih yang disediakan BPBD di Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (14/9/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pantauan CNBC Indonesia, warga menampung air bersih yang dikirim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menggunakan kolam terpal sebagai sarana penyimpanan sementara. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat distribusi, mengurangi antrean panjang warga, serta mencegah air yang disalurkan BPBD terbuang percuma pada Senin pagi. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

6/7 Warga mengisi air bersih yang disediakan BPBD di Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (14/9/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Sementara, BMKG mengonfirmasi, El Nino yang sedang terjadi saat ini dalam intensitas sangat kuat Per 14 September 2026 BMKG mencatat pada Dasarian I September 2026 nilai anomali suhu permukaan laut SSTA di region Nino 3.4 secara dasarian (ENSO bulanan) adalah sebesar +2,76, naik dari Agustus yang +2,83). Indeks ENSO (rata-rata 3 bulanan) untuk Juli-Agustus-September adalah sebesar 2,6. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

7/7 Warga mengisi air bersih yang disediakan BPBD di Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (14/9/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

BMKG memperingatkan DKI Jakarta, Jawa Barat, Gorontalo, Jawa Timur, hingga NTT masuk daftar wilayah siaga 1 bencana kekeringan akibat musim kemarau disertai El Nino. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)