Geger IRGC Disebut Targetkan Tanjung Priok-Selat Bangka RI, Ada Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah laman internasional melaporkan bahwa Unit intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kini sedang menargetkan sejumlah serangan ke jalur-jalur perairan Asia. Bukan hanya Asia Timur, disebutkan pula sejumlah laut dan pelabuhan di Asia Tenggara pun menjadi target, di antaranya Tanjung Priok dan Selat Bangka.
Hal ini dimuat laman Iran International, sebagaimana dikutip Senin (14/9/2026). Laporan yang keluar akhir Agustus itu mengklaim mendapatkan informasi dari sumber eksklusif yang mengetahui rencana tersebut.
Dilaporkan bagaimana IRGC merekrut sejumlah orang non-Iran untuk melakukan serangan. Dikatakan bahwa ada tiga orang yang diduga direkrut, di mana mereka sedang merancang sebuah operasi yang dikembangkan oleh Unit 4000, divisi operasi khusus intelijen IRGC.
Sumber Iran International mengatakan Unit 4000 sengaja mencari warga non-Iran untuk direkrut dalam operasi ini. Langkah tersebut disebut dapat memberikan ruang bagi Teheran untuk menyangkal keterlibatan jika sebuah operasi terbongkar.
"Menurut sumber-sumber tersebut, unit ini merekrut ketiga individu melalui ulama Syiah di Thailand dan Indonesia," tambah laman tersebut.
"Mereka kemudian mulai merencanakan serangan di Selat Malaka dan Selat Bangka, serta di Pelabuhan Tanjung Priok di Indonesia dan Pelabuhan Ningbo-Zhoushan serta Shanghai di China," tambahnya.
Operasi tersebut dikatakan berada di bawah pengawasan Brigadir Jenderal Rahman Moghaddam, komandan Unit 4000. Moghaddam sendiri, sebelumnya dilaporkan tewas dalam serangan Israel di Teheran pada 3 Maret, pada hari-hari awal meletusnya perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Namun, Iran International menegaskan memperoleh informasi bahwa laporan mengenai kematian Moghaddam tersebut ternyata keliru. Moghaddam, tegas laman itu, selamat dari serangan dan kini mengawasi apa yang disebut sumber sebagai fase baru operasi maritim Unit 4000 di luar negeri.
Perlu diketahui media ini juga memasukkan komentar penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Mohsen Rezaei, kini menjabat sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Juni lalu. Ia mengatakan ke CNN International bahwa Teheran dapat memperluas konflik jika perang dan blokade laut AS terus berlanjut.
"Jika perang berlanjut dan blokade laut tidak dicabut, kami akan membawa perang ke Samudra Hindia, Selat Bab al-Mandab, Laut Merah, dan Laut Mediterania," kata Rezaei.
Sementara itu Iran International adalah media Iran yang berbasis di London Inggris. Media ini memiliki garis editorial yang kritis terhadap pemerintahan Republik Islam Iran.
Di 2018, laman itu pernah mendapat teguran dari regulator independen untuk sektor komunikasi di Inggris, Office of Communications (Ofcom), sebagaimana dimuat The Guardian. Iran International adalah jaringan media berbahasa Persia yang dimiliki Volant Media UK Ltd.
Hingga berita diturunkan belum ada pernyataan dari Iran soal ini.
(sef/sef)