Perkembangan Terbaru Erupsi Anak Krakatau 10 September 2026

Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
Kamis, 10/09/2026 18:45 WIB
Foto: Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, perwakilan BPBD Provinsi Lampung, Basarnas, serta Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melakukan pemantauan langsung aktivitas Gunung Anak Krakatau dari KRI Lepu-861 milik TNI Angkatan Laut. (Instagram/ BPBD Lampung)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang berlangsung secara terus menerus sekitar 25 jam lamanya berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB lalu, aktivitas Anak Krakatau terpantau kembali menunjukkan karakter erupsi Strombolian.

Badan Geologi Kementerian ESDM menyebut, hingga 10 September 2026, tercatat 13 erupsi Strombolian.

"Data pemantauan menunjukkan aktivitas vulkanik masih berlangsung. Dinamika aktivitas G. Anak Krakatau terus dipantau dan dievaluasi," ungkap akun Instagram resmi @badan.geologi, Kamis (10/9/2026).


"Saat ini Gunungapi Anak Krakatau masih tetap berada pada Level III (Siaga). Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari pusat aktivitas serta selalu mengikuti informasi resmi Badan Geologi," imbuh Badan Geologi.

Berdasarkan data Badan Geologi, selama 9-10 September 2026, tercatat terjadi 1 gempa erupsi, 6 gempa hembusan, 3 gempa low-frequency, 5 gempa hybrid/ fase banyak, 1 gempa vulkanik dangkal, 3 gempa tektonik jauh, dan tremor menerus.

"Data kegempaan vulkanik hingga 10 September 2026 menunjukkan adanya kecenderungan penurunan aktivitas," bunyi pengumuman Badan Geologi tersebut.


(wia)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Respons Sebaran Abu Vulkanik, Jakarta & Jawa Barat Terapkan PJJ