7 Photos
3 Sungai Raksasa RI 'Hilang', Kalimantan Tertutup 'Gurun Pasir' Baru
Musim kemarau panjang membuat sejumlah sungai utama di Kalimantan mengalami penyusutan debit air secara drastis hingga berubah bak gurun pasir.
Musim kemarau panjang membuat sejumlah sungai utama di Kalimantan mengalami penyusutan debit air secara drastis. Kondisi ini terjadi pada Agustus-September 2026 dan membuat sejumlah wilayah sungai mengalami kekeringan parah. (Instagram/Kaltim Today)
Sungai Mahakam di Kalimantan Timur menjadi salah satu sungai yang mengalami penurunan debit air. Surutnya air membuat hamparan pasir dan endapan sedimen bermunculan di sepanjang aliran sungai yang biasanya tertutup air. (Instagram/Kaltim Today)
Kondisi serupa terjadi di sungai Barito, Kalimantan Tengah. Dikutip Detikcom di Wilayah Muara Teweh, ketinggian air sungai dilaporkan hanya sekitar 0,6 meter. Padahak, dalam kondisi normal, ketinggian air sungai Barito di wilayah tersebut dapat mencapai sekitar 5 hingga 11,5 meter. (Tangkapan Layar Instagram/Borneosocial)
Penurunan debit sungai Barito tidak hanya mengubah bentang alam, tetapi juga menunjukkan dampak nyata dari kemarau ekstrem dan rendahnya curah hujan. (Tangkapan Layar Instagram/Borneosocial)
Sementara itu, Sungai Kapuas di Kalimantan Barat juga mengalami penyusutan debit air. Sejumlah sungai utama di Kalimantan kini memperlihatkan kondisi serupa akibat kemarau panjang dan pengaruh fenomena El Nino. (Ist Instagram atr.drone)
Hamparan sungai Kapuas yang biasanya dipenuhi air kini berubah menjadi daratan padang pasir. Kondisi tersebut menggambarkan kuatnya dampak musim kemarau terhadap sumber daya air di Pulau Kalimantan. (Tangkapan Layar atr.drone)
Kondisi Sungai Kapuas juga membuat jalur kapal tongkang yang melintasi arus tersebut terputus. (atr.drone)