Internasional

Polisi Tembak Mati Istri di Sebuah TK, 44 Anak Dievakuasi

tps, CNBC Indonesia
Kamis, 10/09/2026 13:41 WIB
Foto: Ilustrasi/iStockPhoto/Ugurhan

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang petugas kepolisian secara brutal menembak mati istrinya yang berprofesi sebagai guru di sebuah taman kanak-kanak (TK) tempat sang istri bekerja di Thailand pada Rabu. Beruntungnya, seluruh murid di institusi pendidikan tersebut dipastikan dalam kondisi aman tanpa cedera.

Dilansir Channel News Asia, Rabu (9/9/2026), pelaku penembakan langsung pulang ke rumahnya di Provinsi Chonburi, sebelah tenggara Bangkok, seusai melancarkan aksinya. Pihak kepolisian langsung mengepung kediamannya dan tengah bernegosiasi agar pelaku segera menyerahkan diri.

Ketua Dewan Sub-distrik Nong Pla Lai, Sayan Klomaon, membeberkan bahwa pria bersenjata yang merupakan polisi setempat itu tiba di sekolah pada pukul 10.30 pagi waktu setempat. Pelaku sempat berbicara dengan istrinya sebelum akhirnya melepaskan tembakan mematikan.


"Tidak ada siswa yang melihat kejadian tersebut karena penembakan terjadi di luar ruang kelas. Pelaku kemudian pergi pulang, dan sejak saat itu seluruh anak telah dijemput," paparnya.

Melalui pernyataan resmi di laman Facebook, Gubernur Chonburi Naris Niramaiwong mengonfirmasi bahwa sebanyak 44 anak, tiga guru, dan tiga staf lainnya berhasil dievakuasi dengan selamat. Naris juga menegaskan bahwa polisi kini telah mengepung rumah pelaku untuk proses negosiasi, mengingat motif penembakan tersebut masih belum jelas.

"Taman kanak-kanak ditutup dan dukungan psikologis akan diberikan kepada anak-anak serta staf yang menyaksikan kejadian tersebut," tegasnya.

Insiden mengerikan ini menjadi penembakan terbaru yang mengguncang Thailand. Sebulan yang lalu, seorang remaja menembak kakek-neneknya, lima staf, dan seorang murid di sekolahnya sebelum akhirnya bunuh diri.

Thailand sendiri tercatat memiliki salah satu tingkat kepemilikan senjata tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Janji pemerintah untuk memperketat undang-undang kepemilikan senjata nyatanya gagal mencegah serangkaian aksi penembakan berulang.

Pada 2022 lalu, seorang mantan polisi yang bersenjatakan pistol dan pisau nekat menyerbu sebuah tempat penitipan anak di wilayah utara Thailand dan membantai 24 anak serta 12 orang dewasa, yang tercatat sebagai salah satu pembunuhan massal paling mematikan di negara tersebut.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Polri Tetapkan 72 Orang Jadi Tersangka Karhutla