Kapal Bawa 5 Jurnalis-3 Kru

Kronologi Operasi SAR Speed Boat Hilang Dekat Krakatau, Hasil: Nihil

Redaksi, CNBC Indonesia
Rabu, 09/09/2026 23:48 WIB
Foto: Lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau, Banten, hingga Rabu (9/9/2026) belum ditemukan. (Dok. Basarnas)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan SAR (search and rescue/ pencarian dan pertolongan) mengungkapkan hasil pencarian kapal atau speed boat yang hilang kontak di lokasi dekat Gunung Anak Krakatau. Diketahui, kapal itu membawa jurnalis yang berencana meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. 

Seperti diketahui, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus sejak 2 Juli 2026, dan statusnya telah berada pada Level III (Siaga) sampai saat ini. Dan, pada hari Sabtu 5 September 2026 terjadi erupsi menerus yang tercatat berlangsung sejak sekitar pukul 23.07 WIB hingga 04.40 WIB dan masih terpantau pada pagi hari. Erupsi ini memicu sebaran abu vulkanik ke wilayah darat sampai ke sejumlah lokasi di Jawa Barat-Jakarta. Yang kemudian menyebabkan pembatalan aktivitas penerbangan di sejumlah bandara. 

Deputy bidang Pencarian dan Pertolongan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso dalam tayangan video yang diunggah di kanal Instagram resminya, @/sar_nasional, menyampaikan keterangan resmi terkait hasil pencarian dan pertolongan speed boat yang hilang kontak tersebut. 


Video itu diunggah pada hari Rabu (9/9/2026) malam, sekitar 2 jam sebelum berita ini ditayangkan. Hingga berita ini tayang, belum ada keterangan terbaru yang diunggah @/sar_nasional.

"Pertama-tama kami dari BASARNAS menyampaikan turut prihatin atas musibah kapal speed boat yang membawa beberapa jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Saya akan sampaikan informasi kronologis yang kami terima dan aksi yang dilakukan BASARNAS," katanya.

"Kantor SAR Banten dalam hal ini menerima informasi dari Bapak Bayu yang merupakan jurnalis Antara-Banten, pada hari Selasa 8 September 2026 pada pukul 13.55 WIB bahwa rekan-rekannya yang akan meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau tidak bisa dihubungi sejak hari Senin, 7 September 2026," tambah Edy sambil membeberkan kronologi kejadian.

Berikut penjelasan Edy:

- pada hari Senin, 7 September 2026 pukul 14.00 WIB jurnalis Banten, bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau
Komunikasi terakhir antara korban dengan jurnalis Lampung atas nama Abay pada hari Senin pukul 14.42 WIB di mana data korban, jumlah korban berjumlah 8 orang yang terdiri dari 5 jurnalis, 2 kru, dan 1 guide.

Ada pun identitas korban adalah:

- Warta sebagai Kapten kapal
- Suratman sebagai ABK
- Heriyanto sebagai guide
- Bagus sebagai jurnalis Antara
- Ari Basuki sebagai jurnalis Merdeka
- Yudis sebagai jurnalis iNews
- Daus sebagai jurnalis Anadolu
- Donal sebagai freelance.

Untuk upaya pencarian dan penyelamatan kedelapan orang tersebut, kata Edy, BASARNAS telah melakukan operasi SAR pada hari hari Selasa, 8 September 2026.

"Kantor SAR Banten mengerahkan KN SAR Tetuka dan 1 unit rib menuju lokasi loss contact pada radius 3,2 km dari Gunung Anak Krakatau dengan hasil NIHIL," kata Edy.

Lalu, pada hari Rabu, 9 September 2026 Tim SAR membagi area pencarian seluas 68,3 mil laut. Yang dilakukan dengan mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten dari Basarnas Banten serta RIB 02 Lampung dari Basarnas Lampung. Pencarian juga melibatkan TNI AL, Polisi Air Banten, serta potensi SAR dengan KAL Anyer dari Lanal Banten, KP Sanjaya 7017 dari Polairud Mabes Polri, serta ambulans dari FBN.

"Sampai saat ini, hasil operasi pencarian masih NIHIL," kata Edy.

"BASARNAS akan mengoptimalkan seluruh kekuatan yang ada untuk pencarian. Kami mengimbau seluruh masyarakat dan kapal-kapal yang melintas sepanjang wilayah pencarian agar memberikan informasi jika mengetahui objek pencarian," tegasnya.

Tak hanya itu, Edy mengingatkan semua masyarakat mematuhi rekomendasi PVMBG agar menjauhi radius 3 km dari Gunung Anak Krakatau.

"BASARNAS melaksanakan seluruh operasi SAR seoptimal mungkin dibantu semua pihak. Mohon doanya agar proses pencarian korban berjalan lancar, aman, dan selamat, serta seluruh korban ditemukan selamat," ucap Edy.


(dce/dce)
Saksikan video di bawah ini:

Anak Krakatau Kembali Erupsi - Kecelakaan Maut Bus Masuk Jurang