PTBA Optimistis Produksi Batu Bara Sampai Akhir 2026 Capai 50 Juta Ton
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan produksi batu bara dapat mencapai angka 50 juta ton hingga akhir tahun 2026. Perusahaan memacu produktivitas operasional di sisa tahun ini untuk mengejar target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebesar 53 juta ton.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA Una Lindasari menjelaskan bahwa perusahaan tetap optimis mengejar target tahunan meskipun realisasi pada paruh pertama tahun ini masih berada di bawah target. Ia menekankan bahwa kinerja produksi dan penjualan akan terus dioptimalkan untuk menjaga momentum pertumbuhan perseroan.
"RKAB kami masih di kisaran 53 juta ton untuk tahun ini, penjualan dan produksi kami sedikit di bawah itu target untuk semester pertama 2026. Tapi kami cukup optimis bahwa kami bisa mencapai target RKAP kami sampai dengan akhir tahun yaitu mendekati angka 50 juta," jelasnya dalam Public Expose PTBA secara daring, dikutip Rabu (9/9/2026).
Hingga semester I-2026, PTBA mencatatkan produksi batu bara sebesar 19,45 juta ton dengan total volume penjualan mencapai 21,1 juta ton. Pencapaian tersebut didukung oleh strategi penjualan yang adaptif serta penguatan pasar ekspor ke sejumlah negara seperti Vietnam, India, hingga Thailand.
Untuk mendukung kelancaran target produksi, PTBA mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur logistik Tanjung Enim-Kramasan yang saat ini progresnya sudah mencapai 93%. Fasilitas tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas angkutan dan pemuatan batu bara agar sistem distribusi semakin terintegrasi.
"Penguatan infrastruktur merupakan bagian dari strategi kami untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing bisnis. Kami terus mempercepat pengembangan proyek tersebut agar mampu mendukung kebutuhan pelanggan secara optimal," tambahnya.
Kinerja PTBA Semester I-2026
Pada Semester I 2026, PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp 22,03 triliun, meningkat 8% secara tahunan (year-on-year/yoy). Namun demikian, laba bersih perseroan mencapai Rp 2,65 triliun, tumbuh 218% secara tahunan.
Kinerja tersebut didukung oleh pemulihan operasional pada kuartal II, penguatan penjualan ekspor, serta perbaikan harga jual rata-rata batu bara.
Secara operasional, PTBA mencatat produksi batubara sebesar 19,45 juta ton dan penjualan sebesar 21,10 juta ton.
Penjualan ekspor mencapai 10,33 juta ton, meningkat sekitar 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan negara tujuan ekspor terbesar dari Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand. Sementara itu, penjualan domestik tercatat 10,77 juta ton atau sekitar 51% dari total penjualan.
Penguatan harga batu bara turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja Perseroan. Pada Semester I 2026, Newcastle Index meningkat 25% yoy dan ICI-3 naik 15% yoy, yang mendorong kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) PTBA sebesar 10% yoy. Kondisi tersebut mendukung peningkatan pendapatan dan profitabilitas Perseroan di tengah dinamika volume produksi dan penjualan.