Penerbangan dari Bandara Heathrow, London, Inggris, terganggu sejak Selasa (8/9/2026) waktu setempat. Sebanyak 100 penerbangan batal dan 367 ditunda.
Penerbangan dari Bandara Heathrow, London, Inggris, terganggu sejak Selasa waktu setempat. Dalam foto terlihat oenumpang pesawat berjejer frustasi karena gangguan penerbangan. (REUTERS/Isabel Infantes)
Mengutip Reuters Rabu (9/9/2026), gangguan terjadi setelah penyedia layanan lalu lintas udara (NATS) melaporkan gangguan teknis. Dalam foto terlihat, papan informasi check-in di Terminal 5 Heathrow menampilkan status dibatalkan atau cancelled pada sejumlah penerbangan. REUTERS/Isabel Infantes
Berdasarkan data platform pemantau penerbangan FlightAware, sekitar 100 penerbangan di Heathrow mengalami pembatalan. Sementara itu, sebanyak 367 penerbangan lainnya mengalami penundaan. (REUTERS/Isabel Infantes)
NATS menyatakan gangguan terjadi pada sistem pemrosesan penerbangan. Teknisi NATS telah berada di lokasi dan berupaya memulihkan operasional penerbangan secepat mungkin. Pihak bandara mengatakan mereka bekerja sama dengan NATS untuk menangani gangguan tersebut. (REUTERS/Isabel Infantes)
Tak cuma bandara Heathrow, lima bandara lain di Inggris juga mengalami gangguan yakni Gatwick, London City, Luton, Edinburgh, dan Bristol. (REUTERS/Isabel Infantes)
Pengumuman gangguan juga dilaporkan maskapai Inggris, British Airways. Hingga malam hari, 38 dari 661 jadwal kedatangan dibatalkan atau tidak dapat beroperasi, sementara British Airways membatalkan 16 dari 333 jadwal keberangkatan. Sementara itu, Ryanair mengatakan sekitar 150.000 penumpangnya terdampak penundaan hingga delapan jam dan lebih dari 200 penerbangan dibatalkan. Wizz Air menyerukan reformasi mendesak di NATS. Maskapai itu menilai kegagalan sistem tidak seharusnya terus dibebankan kepada maskapai, bandara, dan penumpang. (REUTERS/Isabel Infantes)
Insiden terbaru ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai ketahanan sistem pengendalian lalu lintas udara Inggris. Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA) meminta NATS memberikan laporan lengkap dan menyatakan akan mempertimbangkan langkah lanjutan. Perlu diketahui, gangguan serupa juga pernah terjadi pada 2023 dan 2025 serta menimbulkan dampak luas bagi jaringan penerbangan. (REUTERS/Isabel Infantes)