Purbaya Ungkap Uang Berlebih Pemda di Bank Tiap Tahun Rp 100 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menganggap, pemerintahan daerah (pemda) kini belum perlu mencari sumber pendanaan dari penerbitan obligasi, karena masih melimpahnya dana mereka di perbankan.
Tiap tahunnya, Purbaya mencatat dana berlebih atau excess fund pemda di perbankan mencapai Rp 100 triliun. Angka itu kerap ia temukan setiap satu tahun anggaran berakhir, yakni tepatnya pada Desember 2026.
"Setiap tahun tuh daerah ada Rp100 triliun uang yang enggak dipakai di bulan Desember. Semua ada excess liquidity, excess funds di perbankan Rp100 triliun sampai di akhir Desember," tegas Purbaya di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).
Oleh sebab itu, Purbaya meminta daerah untuk mengoptimalkan penyerapan anggaran belanjanya supaya uang yang sebetulnya ditujukan untuk pembangunan tidak hanya tertumpuk di perbankan.
"Jadi ya itu dihabisin saja dulu nanti, jangan banyak-banyak ditumpuk. Saya pikir begitu. Jadi mereka harus efisiensi juga dalam belanjanya," kata Purbaya.
Sebagaimana diketahui, sejumlah daerah mulai menjajaki penerbitan obligasi daerah atau municipal bond, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali, hingga Sumatra Barat
DKI Jakarta sudah bersiap menerbitkan obligasi daerah senilai Rp 5,6 triliun dengan dua tahap, yakni Rp 4,2 triliun pada 2027, dan Rp 1,3 triliun pada 2028.
Sementara itu, untuk Jawa Barat menargetkan bisa menerbitkan obligasi daerah senilai Rp 900 miliar, meski belum ada detail rancangannya hingga saat ini.
Sedangkan Sumatra Barat, belum mencanangkan nilai, namun sebatas merancang penerbitan obligasi daerah dalam bentuk sukuk alias surat utang syariah. Demikian pula Bali yang masih dalam tahap membuka ruang penerbitan.
(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]