Internasional

7 Petaka Hantam Bumi 1 Bulan Ini, Gempa Hebat-Banjir Bandang-Krakatau

sef, CNBC Indonesia
Selasa, 08/09/2026 15:47 WIB
Foto: (Infografis)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia menghadapi rentetan bencana alam dalam sebulan terakhir. Mulai dari gempa bumi dahsyat, banjir bandang akibat runtuhnya gletser, kebakaran hutan, topan, hingga erupsi gunung berapi terjadi di berbagai wilayah.

Mengutip laporan CNBC International, Selasa (8/9/2026), sejumlah bencana tersebut terjadi di tengah meningkatnya risiko cuaca ekstrem yang dikaitkan dengan Super El Niño. Fenomena tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai cuaca ekstrem, termasuk banjir, kekeringan, dan topan di sejumlah wilayah dunia.

Berikut sejumlah bencana besar yang terjadi dalam sebulan terakhir:



1.Gempa Dahsyat Guncang Kolombia

Gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang Kolombia pada 10 Agustus 2026. Gempa tersebut menjadi salah satu gempa terkuat yang melanda negara itu dalam beberapa dekade.

Wilayah penghasil kopi di Kolombia menjadi salah satu daerah yang terdampak parah. Sejumlah bangunan rusak dan sebagian lainnya runtuh.

Hingga pertengahan Agustus, pemerintah memperkirakan kerugian ekonomi akibat gempa mencapai US$9,57 miliar. Jumlah korban meninggal mencapai 289 orang, sementara 4.187 orang terluka dan 143 lainnya masih dinyatakan hilang.

2.Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ribuan Orang

Bencana besar juga melanda Nepal setelah runtuhnya gletser di wilayah utara pada 26 Agustus. Runtuhan es dan batu memicu longsor serta mengalirkan air lelehan dalam jumlah besar ke lembah di bawahnya.

Gelombang air dan material kemudian berubah menjadi banjir bandang. Air kemudian menyapu permukiman Jalan, jembatan, fasilitas pembangkit listrik tenaga air, serta berbagai infrastruktur lainnya mengalami kerusakan.

Menurut laporan, jumlah korban meninggal akibat bencana tersebut telah menembus 1.000 orang. Bencana juga berdampak hingga wilayah Tibet, China.

3.Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Indonesia

Indonesia juga menghadapi bencana alam yang berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat. Gunung Anak Krakatau mulai mengalami erupsi terus-menerus pada 4 September 2026.

Aktivitas erupsi berlangsung sekitar 25 jam dan mengganggu jadwal penerbangan di sejumlah wilayah. Sejumlah bandara mengalami penangguhan operasional dan ratusan penerbangan terdampak.

Gangguan juga terjadi di jalur penerbangan regional Asia Tenggara, termasuk di sekitar Jakarta. Selasa ini, erupsi juga terjadi kembali pada pagi hari.

4.Hawaii Bersiap Hadapi Badai Lowell

Di Amerika Serikat (AS), Hawaii bersiap menghadapi Badai Lowell. Sekolah dan kantor pemerintahan di sejumlah wilayah, termasuk Kauai dan Niihau, ditutup sebagai langkah antisipasi.

Badai tersebut diperkirakan membawa angin kencang hingga potensi tornado. Ada pula arus balik laut yang berbahaya.

5.Kebakaran Hutan Melanda AS dan Kanada

Kebakaran hutan juga masih menjadi masalah besar di Amerika Utara. Sejumlah wilayah AS dan Kanada mengalami kebakaran hutan dalam beberapa bulan terakhir.

Petugas pemadam kebakaran masih berupaya mengendalikan api yang meluas. Pemerintah Kanada memperingatkan bahwa risiko kebakaran hutan pada September diperkirakan lebih tinggi dari normal di sebagian besar wilayah negara tersebut.

6.Topan Saudel Hantam China

China bagian tenggara juga menghadapi Topan Saudel. Ini membawa hujan deras selama beberapa hari.

Otoritas memperkirakan hampir 600.000 orang dievakuasi dari daerah yang berisiko tinggi terkena banjir di Provinsi Fujian. Sebanyak 128.000 orang lainnya di 53 wilayah di Provinsi Jiangxi juga terdampak.

7.Banjir Monsun Terjang Filipina

Filipina juga dilanda banjir akibat monsun barat daya, yang dikenal sebagai habagat. Hujan deras diperkirakan masih berlangsung hingga Kamis dan meningkatkan risiko banjir bandang serta tanah longsor.

Hingga 2 September, sedikitnya 39 orang meninggal dunia akibat bencana yang berkaitan dengan monsun tersebut. Laporan juga diberikan Manila Bulletin yang mengutip Kantor Pertahanan Sipil Filipina.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Prabowo Ungkap Sumber Dana Penanganan Gempa-Karhutla RI