MARKET DATA

Anak Krakatau Erupsi, Pengusaha Hotel di Carita Ungkap Efek Dahsyatnya

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
08 September 2026 15:30
Warga melintas di Kawasan Pantai Carita, Banten, Minggu (8/4/2019). Usai diguncang gempa pantai Carita sepi Pengunjung.  Sepi pengunjung ini sudah terjadi sejak Tsunami melanda Desember tahun lalu. Kejadian ini mengakibatkan pengunjung dan pendapatan
Foto: Pantai Carita, Banten, Minggu (4/8/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terasa di sektor pariwisata Banten. Salah satu yang terdampak adalah kunjungan wisatawan ke kawasan Pantai Carita.

Pengelola Hotel Lippo Carita Erwin Surya Winata mengatakan aktivitas kunjungan sempat tetap ramai ketika erupsi pertama terjadi. Kondisi tersebut kemudian berubah setelah informasi mengenai erupsi dan sebaran abu vulkanik mulai banyak beredar.

"Kalau hari Sabtunya masih ramai. Cuman pada hari Minggunya memang agak sepi, karena kemungkinan baru melihat berita-berita yang menimbulkan keresahan. Kalau hari Sabtunya masih ramai," kata Erwin kepada CNBC Indonesia, Selasa (8/9/2026).

Perubahan jumlah pengunjung tersebut terlihat cukup cepat dalam hitungan satu hari. Wisatawan yang sebelumnya sudah memiliki rencana berlibur sebagian tetap datang, sementara sebagian lainnya memilih membatalkan perjalanan.

"Kalau penurunannya hampir 30%. Lumayan, soalnya banyak yang cancel juga ada, yang jadi juga ada," ujarnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa efek erupsi tidak serta-merta membuat seluruh wisatawan meninggalkan kawasan wisata. Sebagian pengunjung masih mempertahankan rencana perjalanan yang telah disusun sebelumnya, khususnya mereka yang tidak membutuhkan waktu menginap.

Pola kunjungan wisatawan juga menjadi berbeda karena sebagian masyarakat datang untuk berwisata tanpa bermalam. Situasi tersebut membuat dampak terhadap hotel tidak sepenuhnya sama dengan dampak terhadap jumlah kunjungan wisata secara keseluruhan.

"Kalau untuk pengunjung umum itu memang kebanyakan pada datang, karena dia nggak nginap. Jadi memang ada yang tetap datang, tidak menyurutkan ibaratnya pengunjung langsung sekaligus sepi," kata Erwin.

Ke depan, geliat pariwisata Carita masih bergantung pada perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan persepsi masyarakat terhadap keamanan kawasan. Pelaku usaha hotel kini menghadapi tantangan untuk meyakinkan wisatawan bahwa aktivitas wisata tetap dapat dilakukan dengan mengikuti ketentuan keselamatan.

"Kalau buat saat ini kemungkinan masih agak ragu yang mau liburan, apalagi dari kemarin abu vulkaniknya terus menyebar sampai ke Jakarta, Bogor. Cuman buat hari ini abunya sudah reda. Yang parah itu minggu," pungkas Erwin.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Jepang Sorot Apakah Erupsi Anak Krakatau Bisa Sebabkan Tsunami


Most Popular
Features