Internasional

Utusan AS Pergi, Rusia Langsung Hujani Kyiv dengan Rudal Balistik

tps, CNBC Indonesia
Selasa, 08/09/2026 16:17 WIB
Foto: REUTERS/Gleb Garanich

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia kembali melanjutkan serangan udara mematikan di ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Selasa dini hari. Serangan brutal yang menggunakan rudal balistik ini secara mengejutkan terjadi tak lama setelah kepergian utusan perdamaian Amerika Serikat (AS) dari negara tersebut.

Mengutip Reuters, Selasa (8/9/2026), Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko melaporkan bahwa gempuran rudal tersebut telah memakan korban dengan melukai sedikitnya enam orang. Melalui pesan di aplikasi Telegram, ia membeberkan kondisi darurat yang tengah melanda kota tersebut.

"Orang-orang juga terjebak di sebuah bangunan perumahan dan terjadi kebakaran di seluruh penjuru Kyiv akibat serangan rudal balistik Rusia," paparnya.


Administrasi Militer Kyiv secara terpisah mendesak masyarakat untuk segera mencari tempat berlindung. Pihaknya mencatat bahwa sebuah gedung apartemen lima lantai dan blok perumahan tiga lantai telah rusak parah akibat tertimpa puing-puing rudal.

Di tengah rentetan ledakan yang terdengar di Kyiv, negara tetangga Polandia yang merupakan anggota NATO dan Uni Eropa langsung memulai operasi penerbangan militer angkatan bersenjatanya guna melindungi ruang udara mereka dari risiko pelanggaran kedaulatan.

Gelombang serangan Rusia ini berlanjut setelah utusan perdamaian AS, Jared Kushner dan Steve Witkoff, meninggalkan Ukraina usai mengadakan pertemuan dengan Presiden Volodymyr Zelensky pada hari Minggu. Kunjungan ini merupakan bagian dari dorongan baru pemerintahan Donald Trump untuk mengakhiri perang yang telah berkecamuk selama 4,5 tahun tersebut.

Sebelumnya, kedua utusan itu tiba dari pembicaraan di Moskow, di mana pihak Kremlin menyatakan tidak menutup kemungkinan dilanjutkannya negosiasi tiga arah.

Sementara itu di pihak Rusia, serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina dilaporkan telah merusak infrastruktur sipil dan melukai warga di kota sungai Volga, Saratov. Menurut gubernur setempat, wilayah yang berjarak sekitar 730 km di sebelah tenggara Moskow tersebut menampung sebuah kilang minyak besar yang dikelola oleh perusahaan minyak negara Rosneft, serta sejumlah fasilitas industri dan militer penting lainnya.


(tps/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Rusia Gempur Ukraina Dengan Ratusan Drone