Siang Ini Status Anak Krakatau Masih Siaga III, Gempa Tetap Tinggi

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Senin, 07/09/2026 16:14 WIB
Foto: via REUTERS/PVMBG

Jakarta, CNBC Indonesia - Aktivitas kegempaan di Gunung Anak Krakatau, Lampung masih tinggi hingga siang tadi. Status gunung api ini  pun masih dinyatakan siaga III.

Badan Geologi, berdasarkan akun @badangeologi menjelaskan, aktvitas vulkanik G. Anak Krakatau saat ini masih tinggi ditandai dengan terekamnya gempa-gempa yang berasosiasi aktivitas vulkanik G. Anak Krakatau. Hal ini menunjukan bahwa erupsi dapat kembali terjadi sewaktu-waktu.

"Pemantauan intensif terus dilakukan oleh Badan Geologi melalui Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau yang berada di Pasauran, Banten dan Kalianda, Lampung. Seluruh data hasil pemantauan dianalisis dan dievaluasi oleh para ahli gunungapi di Badan Geologi. Berikut kami sampaikan update aktivitas G. Anak Krakatau periode 7 September 2026, Pkl. 06:00 - 12:00 WIB,"jelas Badan Geologi.


Badan Geologi menyimpulkan sampai siang tadi, aktivitas kegempaan Anak Krakatau masih tinggi. Berdasarkan hasil pantauan, terdapat 17 kali low frekuensi atau gempa rendah. Juga tercatat 23 kali gempa hybrid atau fase banyak, yang indikasinya tercermin dari  rekahan batuan dan pergerakan fluida. Selama periode itu juga tercatat  9 kali gempa tremor yang  mencerminkan  pergerakan fluida dalam sistem gunung api. Dengan data-data ini, status Gunung Anak Krakatau masih siaga III.

Lokasi Wilayah Yang Masih Kena Hujan Abu

Kondisi terkini soal sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih cukup intens di beberapa zona lintasan. Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 7 Septermber 2026 pukul 15.00 WIB, teridentifikasi dua klaster debu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 15.000 ft (4,5 km) teramati ke arah barat daya - barat laut, mencakup sebagian Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten serta perairan sekitarnya.

Sementara itu, sebaran dari permukaan hingga ketinggian 50.000 ft (15,2 km) teramati ke arah barat daya - barat, mencakup Samudra Hindia di sebelah barat - barat daya Bengkulu, Lampung, dan Bnaten menjauhi wilayah Indonesia.


(hoi/hoi)
Saksikan video di bawah ini:

Pramono Anung Minta Warga Jakarta Tetap Waspada Hadapi Abu Vulkanik