FOTO

Pemprov DKI Gerak Cepat, Damkar Semprotkan Air 'Lawan' Abu Vulkanik

CNBC Indonesia/Suhendra, CNBC Indonesia
Senin, 07/09/2026 18:15 WIB

Damkar melakukan penyemprotan dan pembersihan abu vulkanik di sejumlah wilayah Jakarta untuk mengurangi dampak abu vulkanik Anak Krakatau.

1/4 Seorang pemadam menyemprotkan air ke jalanan untuk membersihkan abu vulkanik dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang dilakukan pada wilayah Petukangan, Jakarta, Senin (7/9/2026). (CNBC Indonesia/Suhendra)

Kegiatan pembersihan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Petukangan, Jakarta, Senin (7/9/2026) menyasar fasilitas umum Halte Trans Jakarta. Langkah mitigasi ini dilakukan untuk mengurangi penumpukan abu yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. (CNBC Indonesia/Suhendra)

2/4 Seorang pemadam menyemprotkan air ke jalanan untuk membersihkan abu vulkanik dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang dilakukan pada wilayah Petukangan, Jakarta, Senin (7/9/2026). (CNBC Indonesia/Suhendra)

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan awal guna menjaga kebersihan lingkungan serta meminimalkan dampak abu yang menempel di jalan maupun fasilitas umum. (CNBC Indonesia/Suhendra)

3/4 Seorang pemadam menyemprotkan air ke jalanan untuk membersihkan abu vulkanik dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang dilakukan pada wilayah Petukangan, Jakarta, Senin (7/9/2026). (CNBC Indonesia/Suhendra)

ementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, utamanya perlindungan pada tiga titik vital tubuh, yakni saluran pernapasan, mata, dan kulit yang sangat rentan terhadap partikel debu vulkanik. (CNBC Indonesia/Suhendra)

4/4 Seorang pemadam menyemprotkan air ke jalanan untuk membersihkan abu vulkanik dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang dilakukan pada wilayah Petukangan, Jakarta, Senin (7/9/2026). (CNBC Indonesia/Suhendra)

Warga juga diharapkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu vulkanik. (CNBC Indonesia/Suhendra)