Gunung di RI Erupsi Serentak, Mbah Rono Beri Saran Ini ke Pemerintah
Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia sedang dikepung bencana alam erupsi gunung berapi di beberapa wilayah. Mulai dari Gunung Anak Krakatau, Sinabung, Merapi, Gunung Ibu di Halmahera dan juga Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pakar Vulkanologi Surono, atau Mbah Rono, menyarankan pemerintah daerah untuk lebih memahami dan mempedomani peta risiko geologi dalam mengatur aktivitas wilayahnya. Ia menekankan bahwa ia hanya sebatas pemberi rekomendasi, sementara eksekusi kebijakan di lapangan sepenuhnya berada di tangan kepala daerah.
"Peta-peta rawan bencana kan sudah ada di masing-masing pemerintah daerah untuk dipedomani dalam penataan ruang, penataan wilayah," ujar Mbah Rono kepada CNBC Indonesia, Senin (7/9/2026).
Pengaturan wilayah dinilai penting karena keberadaan objek vital strategis seperti Bandara Soekarno-Hatta dan Raden Inten yang berada dalam jangkauan paparan abu vulkanik. Mbah Rono menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan penuh untuk membatasi aktivitas publik di zona berbahaya guna menjamin keselamatan jiwa.
"Pemerintah daerah yang punya hak mengatur daerahnya ya. Misalnya mungkin mengatur pendakian masyarakat di gunung api dan sebagainya itu kan hak pemerintah daerah bukan hak vulkanologi. Vulkanologi tidak punya hak untuk melarang atau mengizinkan," jelasnya.
Adapun, fenomena erupsi yang terjadi bersamaan pada sejumlah gunung api di Indonesia dinilai sebagai peristiwa biasa karena didorong oleh sumber magma dan tekanan yang berbeda satu sama lain. Khusus untuk Anak Krakatau, rentetan letusan merupakan fase alami pertumbuhan tubuh gunung pasca peristiwa longsor besar pada 2018 lalu.
"Sebetulnya kan itu hal yang biasa saja karena gunung kita terlalu banyak kebetulan aja bersamaan. Tapi pada dasarnya mereka punya sumber magma yang berbeda-beda dan sumber tekanan yang berbeda-beda," imbuhnya.
Dengan begitu, dirinya meminta pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperkuat sosialisasi kepada masyarakat guna meredam kepanikan. Kejelasan informasi mengenai langkah-langkah darurat sangat diperlukan agar warga yang bermukim di sekitar lereng maupun aliran sungai memahami tindakan yang harus diambil saat terjadi erupsi.
"Kepanikan itu ada karena kejadiannya kan tidak setiap hari. Tidak mendengar informasi harus berbuat apa jika terjadi kesulitan seperti itulah," tutupnya.
(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]