MenLH Jumhur Hidayat Turunkan Tim Reaksi Cepat Efek Erupsi Krakatau

Redaksi, CNBC Indonesia
Senin, 07/09/2026 12:53 WIB
Foto: Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Mohammad Jumhur Hidayat memberi pernyataan dan imbauan terkait erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026). (Tangkapan Layar Kementerian LH)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan, pemerintah akan melakukan pemulihan ekosistem pesisir dan penanganan dampak bilogis akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau setelah kondisi dinyatakan stabil.

Saat ini, kata dia, Kementerian LH/BPLH fokus pada pemantauan intensif kondisi lapangan akibat erupsi menerus Gunung Anak Krakatau.

"Tim Reaksi Cepat Kementerian Lingkungan Hidup telah diturunkan untuk melakukan pengukuran kualitas udara ambien (udara bebas lingkungan luar area terbuka). Serta pemantauan kualitas air laut di pesisir Banten dan Lampung," kata Jumhur dalam tayangan video keterangan resmi, dikutip Senin (7/9/2026).


"Kami mengimbau masyarakat di daerah terdampak agar tetap tenang dan selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Dan, patuhi imbauan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)," tegasnya.

Jumhur juga mengingatkan agar Pemerintah Daerah di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau turun tangan mengamankan sumber air bersih keluarga dari kontaminasi abu vulkanik.

"Saya menyampaikan pesan dan imbauan dalam menyikapi erupsi GUnung Anak Krakatau 2 hari belakangan ini, Kementerian Lingkungan Hidup terus memantau dengan intensif dampak ekologis dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Saat ini, prioritas utama pemerintah adalah memitigasi dampak lingkungan dan perlindungan masyarakat," tegas Jumhur.

Update Kondisi Gunung Anak Krakatau

Badan Geologi ESDM resmi menyatakan, setelah berlangsung sekitar 25 jam, episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB telah berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.

Setelah itu, aktivitas kembali berupa erupsi strombolian yang merupakan karakteristik erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini. Demikian laporan yang dirilis PVMB pada Senin pagi, 7 September 2026.

Ditegaskan, pemantauan intensif secara visual dan instrumental. Status serta rekomendasi akan segera dievaluasi apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.


(dce/dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: KLH Ajak Dunia Usaha Garap Potensi Bisnis Keanekaragaman Hayat