Internasional

Jepang Sorot Apakah Erupsi Anak Krakatau Bisa Sebabkan Tsunami

sef, CNBC Indonesia
Senin, 07/09/2026 13:05 WIB
Foto: Potret Satelit Erupsi Gunung Anak Krakatau (via REUTERS/CSU/CIRA & JMA/JAXA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan penilaian terkait erupsi Gunung Anak Krakatau di Indonesia. Diketahui sejak Sabtu, Anak Krakatau mengeluarkan abu setinggi sekitar 15 kilometer (km).

Menurut JIMA, peristiwa tersebut tidak akan menimbulkan dampak tsunami terhadap RI sementara ini. Hal itu merujuk laporan Weathernews yang diperbarui, sebagaimana dimuat The Nation.

"Tidak ada perubahan permukaan laut signifikan yang teramati di stasiun pemantauan di Jepang atau luar negeri," ujar lembaga itu, dikutip Senin (7/9/2026).


Jepang sebelumnya telah mulai memeriksa kemungkinan dampak tsunami setelah letusan Jumat. JMA awalnya mengumumkan pemantauan pada Sabtu pukul 4 pagi waktu setempat.

JMA mempertimbangkan gangguan permukaan laut yang tidak biasa terkait dengan letusan Tonga pada Januari 2022. Namun, penilaian selanjutnya mengesampingkan dampak tsunami terhadap Jepang akibat letusan Anak Krakatau terbaru.

"Berdasarkan penilaian badan tersebut pada saat itu, gempa tersebut dianggap tidak mampu menyebabkan keruntuhan yang cukup besar hingga memicu tsunami. Meski begitu, para pejabat akan terus memantau aktivitas gunung berapi dan perubahan bentuk gunung berapi tersebut," muat laman itu.

Sebelumnya, Buletin Pusat Pemantauan Abu Vulkanik Darwin juga mengidentifikasi abu mencapai level penerbangan 500 atau setara dengan sekitar 15,2 kilometer pada akhir pekan. Pengamatan satelit menunjukkan awan abu bagian atas bergerak ke barat, sedangkan lapisan bawah melayang dari selatan hingga tenggara.

Hingga Minggu malam, Anak Krakatau tetap berada di Level III. Warga, nelayan, dan pengunjung diinstruksikan untuk tetap berada di luar zona bahaya sepanjang tiga kilometer.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Respons Sebaran Abu Vulkanik, Jakarta & Jawa Barat Terapkan PJJ