MARKET DATA

Purbaya Kaget Rumahnya Kotor Terus, Ternyata Kena Abu Anak Krakatau

chd,  CNBC Indonesia
07 September 2026 12:19
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui wartawan di gedung DPR, Rabu (2/9/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui wartawan di gedung DPR, Rabu (2/9/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dirasakan masyarakat di wilayah Banten dan Lampung. Bahkan, sebaran abu vulkanik juga telah mencapai Jakarta dan sekitarnya. Ternyata, abu vulkanik ini juga mengenai kediaman pribadi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Purbaya mengaku awalnya tidak menyadari debu tipis yang mengotori rumahnya berasal dari abu vulkanik. Namun setelah rumah dibersihkan dan kembali dipenuhi debu, ia mulai menyadari sumbernya kemungkinan berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Kemarin bersih-bersih, kok kotor terus, mungkin abu vulkanik. Saya nggak tahu, nggak sadar tadinya," ujar Purbaya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Erupsi ekslplosif Gunung Api Anak Krakatau pada Jumat (4/9) malam pukul 23.07 WIB memuntahkan kolom abu yang sangat tinggi. Bahkan, menurut analisis Profesor Riset di Pusat Penelitian Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin, kolom letusannya diestimasikan mencapai 13 hingga 14 kilometer.

Ketinggian tersebut diduga sudah hampir menembus lapisan tropopause, yakni batas atas troposfer yang memungkinkan material vulkanik tersebar luas ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi.

Masyarakat di sekitar Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, dan Jakarta, melaporkan abu vulkanik menyebar ke lingkungan tempat tinggal mereka. Banyak yang membagikan foto dan video mobil dan teras rumah penuh debu vulkanik.

Menurut Erma, sebaran abu vulkanik yang dihasilkan letusan utama Gunung Api Anak Krakatau umumnya akan memuntahkan material sulfur di atmosfer selama 5 hari. Namun, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan.

"Secara umum, jika tidak ada hujan sama sekali sekitar 5 hari. Arah penyebaran tergantung arah angin pada setiap level ketinggian atmosfer," tulis Erma di akun X personalnya, dikutip Senin (7/9/2026).

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bandara Lampung Ditutup, Begini Kondisi Penyeberangan Bakauheni-Merak


Most Popular
Features