7 Bandara Ditutup Efek Abu Gunung Anak Krakatau, Ada Soetta dan Halim

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Senin, 07/09/2026 10:12 WIB
Foto: Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Bandar Udara Soekarno-Hatta (CGK), Halim Perdanakusuma (HLP), hingga Husein Sastranegara, Bandung (BDO) dan empat bandar udara lainnya masih berstatus closed akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan pembaruan informasi aeronautika terbaru, periode penutupan ketujuh bandar udara tersebut diperpanjang hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.

Bandar udara yang masih berstatus closed tersebut yaitu:

  1. Bandar Udara Soekarno-Hatta (CGK), status CLOSED, mulai pukul 08.28 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.
  2. Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP), status CLOSED, mulai pukul 08.16 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.
  3. Bandar Udara Radin Inten II, Lampung (TKG), status CLOSED, mulai pukul 08.20 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.
  4. Bandar Udara Budiarto, Curug (RTO), status CLOSED, mulai pukul 08.30 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.
  5. Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung (BDO), status CLOSED, mulai pukul 08.32 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.
  6. Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP), status CLOSED, mulai pukul 08.35 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.
  7. Bandar Udara Pondok Cabe (PCB), status CLOSED, mulai pukul 08.37 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.

Sementara itu, Bandar Udara Pagar Alam/Atung Bungsu (WIPY), Pagar Alam, Sumatera Selatan, telah kembali berstatus OPEN berdasarkan NOTAM C1107/26 NOTAMC C1105/26, yang berlaku mulai pukul 08.12 WIB pada 7 September 2026.


EVP of Corporate Secretary Hermana Soegijantoro mengatakan penyesuaian status operasional bandar udara tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan, dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/9/2026).

AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi terkait kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.


(wur/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Pramono Anung Minta Warga Jakarta Tetap Waspada Hadapi Abu Vulkanik