MARKET DATA
Internasional

Netanyahu Menyerah, Akhirnya Israel Lakukan Ini di Tanah Palestina

tfa,  CNBC Indonesia
07 September 2026 11:40
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri upacara peringatan Hari Peringatan Prajurit Gugur Israel, atau Yom HaZikaron, di Pemakaman Militer di Gunung Herzl di Yerusalem pada 21 April 2026. (ILIA YEFIMOVICH/Pool via REUTERS)
Foto: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri upacara peringatan Hari Peringatan Prajurit Gugur Israel, atau Yom HaZikaron, di Pemakaman Militer di Gunung Herzl di Yerusalem pada 21 April 2026. (via REUTERS/ILIA YEFIMOVICH)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan pembongkaran pos-pos pemukim ilegal di Tepi Barat. Langkah ini disebut dilakukan di tengah tekanan Amerika Serikat (AS) agar Israel menindak kekerasan pemukim terhadap warga Palestina.

Perintah tersebut berlaku untuk pos yang dibangun pemukim tanpa izin resmi dari pemerintah Israel, menurut dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut, dikutip Senin (7/9/2026). Pos-pos itu umumnya berupa karavan prefabrikasi yang ditempati sejumlah kecil pemukim.

Situs Israel Ynet sebelumnya melaporkan perintah Netanyahu menyasar sekitar 100 pos di berbagai wilayah Tepi Barat. Namun, belum diketahui kapan operasi pembongkaran akan dimulai.

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich membenarkan bahwa Netanyahu telah memberikan instruksi pembongkaran. "Instruksi untuk membongkar tempat-tempat yang dibangun di Area A dan B," kata Smotrich dalam sebuah konferensi di Yerusalem, seperti dikutip Reuters.

Smotrich, yang juga merupakan pemukim, mengaku tidak sependapat dengan keputusan tersebut. Meski demikian, dia mengatakan pemerintah Israel telah membuat kemajuan besar dalam pengembangan permukiman di Area C, wilayah yang berada di bawah kendali Israel berdasarkan pembagian Tepi Barat dalam Kesepakatan Oslo.

Langkah Netanyahu muncul setelah Amerika Serikat (AS) meningkatkan tekanan terhadap Israel terkait kekerasan pemukim. Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee pada Sabtu menyebut pemukim yang melakukan kekerasan sebagai "teroris" dan menyerukan agar mereka menghadapi konsekuensi berat.

Huckabee juga menegaskan bahwa Israel berkepentingan menindak pemukim yang melakukan "perilaku kriminal dan terorisme". Pernyataan itu disampaikan setelah dia bertemu warga Amerika keturunan Palestina di sebuah kota di Tepi Barat yang sebelumnya menjadi lokasi ketegangan antara pemukim dan warga Palestina.

Menurut kelompok Peace Now, terdapat sekitar 340 pos terdepan dan 146 permukiman Israel yang secara resmi diakui pemerintah di Tepi Barat. PBB dan sebagian besar negara di dunia menganggap permukiman Israel di wilayah tersebut ilegal berdasarkan hukum internasional, sementara Israel menyebut Tepi Barat sebagai wilayah yang statusnya masih disengketakan.

(tfa/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Eropa-Kanada Ngamuk ke Israel, Marah Besar Lihat Ini


Most Popular
Features