8 Bandara Tutup hingga Tengah Malam Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

mkh, CNBC Indonesia
Minggu, 06/09/2026 20:18 WIB
Foto: Penumpang yang terdampar menunggu di terminal saat Bandara Internasional Soekarno Hatta menutup operasinya akibat letusan gunung berapi Gunung Anak Krakatau, di Tangerang, dekat Jakarta, Indonesia, 6 September 2026. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak delapan bandara ditutup sementara akibat meluasnya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penutupan operasional sejumlah bandara tersebut diperbarui hingga estimasi pukul 23.59 WIB, Minggu (6/9/2026).

AirNav Indonesia menerbitkan pembaruan informasi aeronautika terkait penutupan sementara bandara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kedelapan bandara yang berstatus tutup akibat sebaran abu vulkanik tersebut yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Pondok Cabe, Bandara Budiarto, Bandara Radin Inten II, Bandara Pagar Alam, dan Bandara Taufik Kiemas.


Untuk Bandara Soekarno-Hatta (WIII), penutupan berlaku mulai pukul 18.00 WIB pada 6 September 2026 hingga estimasi pukul 23.59 WIB. Penutupan tersebut diperbarui melalui NOTAM A3355/26 (NOTAMR A3351/26).

Sementara itu, Bandara Halim Perdanakusuma ditutup mulai pukul 17.58 WIB hingga estimasi 23.59 WIB melalui NOTAM A3354/26 (NOTAMR A3349/26).

Bandara Husein Sastranegara (WICC) juga mengalami pembaruan penutupan mulai pukul 18.28 WIB hingga estimasi 23.59 WIB melalui NOTAM C1098/26 (NOTAMR C1093/26).

Kemudian, Bandara Budiarto (WIRR) ditutup mulai pukul 18.26 WIB hingga estimasi 23.59 WIB melalui NOTAM C1097/26 (NOTAMR C1094/26).

Bandara Pagar Alam (WIPY) diperbarui melalui NOTAM C1099/26 (NOTAMR C1088/26), dengan penutupan mulai pukul 18.55 WIB hingga estimasi 23.59 WIB.

Sementara Bandara Taufik Kiemas (WILP) ditutup mulai pukul 18.03 WIB hingga estimasi 23.59 WIB melalui NOTAM C1096/26 (NOTAMR C1091/26).

AirNav Indonesia menyatakan penutupan sejumlah bandar udara tersebut dilakukan untuk mendukung keselamatan penerbangan seiring perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang semakin meluas.

AirNav terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pembaruan informasi aeronautika akan dilakukan sesuai perkembangan kondisi untuk mendukung keselamatan penerbangan.

AirNav juga terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Pramono Anung Minta Warga Jakarta Tetap Waspada Hadapi Abu Vulkanik