Bandara Soetta Tutup Gara-Gara Krakatau Meletus, 16 Penerbangan Batal

Redaksi, CNBC Indonesia
Minggu, 06/09/2026 07:04 WIB
Foto: Suasana Bandara Soetta jelang Natal dan Tahun Baru, Selasa (24/12/2024). (CNBC Indonesia/Novina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau mulai melumpuhkan aktivitas penerbangan domestik maupun internasional di Pulau Jawa.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengambil langkah darurat dengan menutup sementara operasional Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) pada Minggu (6/9/2026).


Mulanya, penutupan dimulai pukul 01.30 hingga 05.30 WIB. Kebijakan penutupan ini tertuang dalam NOTAM Nomor A3341/26. Langkah tersebut diambil setelah hasil paper test yang dilakukan pada Minggu dini hari pukul 00.35 hingga 01.05 WIB menunjukkan indikasi positif adanya sebaran abu vulkanik di kawasan bandara.

Namun, perkembangan terbaru mengatakan penutupan bandara Soetta diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB.

"Berdasarkan data monitoring per 5 September 2026 pukul 22.00 WIB, sebanyak 33 penerbangan tercatat terdampak parah akibat sebaran material vulkanik tersebut," kata Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, dikutip dari keterangan resminya, Minggu (6/9/2026).

Puluhan Penerbangan Internasional dan Domestik Lumpuh

Lonjakan pembatalan paling banyak menghantam rute internasional. Otoritas penerbangan mencatat ada 16 penerbangan dibatalkan, 7 penerbangan ditunda (delayed), serta 5 jadwal ulang (reschedule). Sejumlah rute global yang lumpuh meliputi penerbangan dari dan menuju Singapura (SIN), Hong Kong (HKG), Sydney (SYD), Seoul/Incheon (ICN), Doha (DOH), Amsterdam (AMS), hingga Kuala Lumpur (KUL).

Sementara itu, untuk sektor domestik, tercatat 4 penerbangan terpaksa dibatalkan dan 1 penerbangan dialihkan (diverted). Rute yang terdampak meliputi penerbangan dari dan ke Lampung (TKG), serta rute keberangkatan menuju Denpasar (DPS) dan Surabaya (SUB).

Antisipasi Efek Domino Penerbangan

Ditjen Perhubungan Udara kini memberikan perhatian ekstra terhadap proses pemulihan jadwal penerbangan pada hari ini. Pemerintah mewanti-wanti adanya potensi dampak berantai (cascading impact) yang dapat mengganggu rotasi armada pesawat, ketersediaan armada cadangan, jadwal penerbangan lanjutan, hingga kepadatan kapasitas terminal penumpang.

Otoritas memastikan bahwa aspek keselamatan (safety) tetap menjadi hukum tertinggi dalam setiap pengambilan keputusan operasional. Penyesuaian jadwal oleh maskapai akan terus dievaluasi secara dinamis mengikuti perkembangan kondisi riil di lapangan.

Bagi masyarakat atau calon penumpang yang memiliki jadwal perjalanan melalui Bandara Soekarno-Hatta hari ini, diimbau untuk proaktif memantau pembaruan informasi status penerbangan langsung dari maskapai masing-masing, serta meluangkan waktu perjalanan lebih awal guna mengantisipasi potensi perubahan jadwal mendadak.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video:Financial Festival Digelar di Lampung, Hadirkan Edukasi Keuangan