10 Hari Terjebak Longsor di Terowongan 225 Meter, Pria Ini Masih Hidup
Jakarta, CNBC Indonesia - Keajaiban terjadi di tengah tragedi longsor es dan lumpur di Nepal. Seorang warga negara China berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup dari dalam terowongan bawah tanah, tepat 10 hari setelah bencana dahsyat yang meluluhlantakkan wilayah lembah Himalaya dan merenggut lebih dari 1.300 korban jiwa.
Militer Nepal melaporkan bahwa korban selamat bernama Lu Haitao tersebut berhasil dievakuasi dari terowongan sepanjang 225 meter di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Trishuli-1, Sabtu (5/9) waktu setempat, dikutip dari Reuters, Minggu (6/9/2026).
Lu tercatat sebagai orang ketiga yang berhasil ditarik keluar hidup-hidup dari kompleks terowongan tersebut. Otoritas setempat memperkirakan masih ada sekitar 900 jiwa yang terjebak menyusul runtuhnya gletser di hulu sungai pada 26 Agustus lalu. Sehari sebelumnya, tim penyelamat juga berhasil mengevakuasi dua korban lainnya dari terowongan PLTA Upper Trishuli 3A di aliran sungai yang sama.
Berdasarkan pemeriksaan awal, Lu tidak mengalami luka luar yang parah dan kondisi tanda-tanda vitalnya terpantau stabil, kendati ia menunjukkan gejala hipotermia ringan. Rekaman video yang dirilis militer Nepal memperlihatkan detik-detik saat Lu mendapatkan pertolongan medis darurat di dalam helikopter evakuasi menuju rumah sakit militer.
Ia tampak kelelahan dan disorientasi, dengan sisa-sisa lumpur serta debu tebal yang masih menempel di kulit dan pakaiannya.
Tragedi ini sendiri meninggalkan duka mendalam. Otoritas penanggulangan bencana Nepal mencatat korban tewas akibat banjir bandang yang menyapu permukiman, jalan, hingga fasilitas umum dekat perbatasan Tibet (Tiongkok) telah mencapai 1.344 orang. Sementara itu, sekitar 4.887 orang masih dilaporkan hilang, termasuk 583 warga negara asing yang sebagian besar merupakan peziarah dan pendaki.
Dari seberang perbatasan, pemerintah Tiongkok melaporkan 31 korban jiwa di wilayah Tibet, dengan 531 orang masih dalam pencarian.
Di tengah kelamnya proses pencarian, secercah harapan juga datang dari evakuasi seorang wanita bernama Chandika Kumari Shrestha yang berhasil diselamatkan dari rumahnya yang terendam lumpur di kawasan Betrawati.
Penantian Panjang Keluarga Korban
Suasana haru menyelimuti Barak Maithili di Distrik Nuwakot, Nepal. Dinding-dinding barak kini dipenuhi poster dan foto kerabat yang diyakini masih terjebak di dalam labirin terowongan.
Salah satu yang masih berjuang mencari kepastian adalah Krishna Poudel. Ia kehilangan kontak dengan kakaknya, Ishwor Poudel (34), seorang pekerja terowongan di proyek PLTA Hakubesi, sejak bencana menerjang pada 26 Agustus lalu.
"Saya sempat berbicara dengannya pukul 07.30 sebelum dia masuk terowongan. Sekitar pukul 11.30, setelah banjir bandang turun, saya berhasil menghubunginya dan dia bilang: 'Saya terjebak di dalam terowongan,'" kenang Krishna.
Meski belum ada kontak lanjutan sejak hari itu, keluarga enggan kehilangan harapan. Sejumlah rekan korban yang lolos dari maut meyakinkan keluarga bahwa Ishwor masih bertahan di dalam perut bumi.
"Mereka bilang kepada saya, 'kakakmu ada di dalam terowongan, dia sedang mengemudikan kendaraan di dalam.' Mereka bahkan mengaku mendengar suara teriakan dari dalam yang diduga berasal dari 200 hingga 300 orang," pungkasnya.
(fab/fab)