Zulhas Ungkap Kemajuan Negara Bisa Terlihat dari Ketahanan Pangannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengungkap bahwa masalah pangan sangat penting bagi sebuah negara. Pangan dianggapnya sebagai fondasi atau ukuran utama dari kemajuan sebuah bangsa.
"Pangan itu bukan hanya sekedar nasi di piring ada lauknya. Nggak. Makan itu akan melihat peradaban suatu negara. Dari mana makannya, bagaimana bentuk makannya, bagaimana prosesnya, itu akan tercermin dari apa yang ada di negara di bangsa itu," ungkap Zulhas dalam Lampung Financial Festival, Novotel Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).
Oleh sebab lanjut Zulhas, untuk mendorong Indonesia bisa maju dan menjadi kaya, Indonesia perlu menjaga ketahanan pangannya.
Ia mencontohkan, tahun 2024 Indonesia masih impor beras 4,5 juta ton. Hal ini dinilai menyengsarakan petani Indonesia karena tidak merasakan manfaatnya. Tidak seperti petani dari Thailand, Vietnam, dan India.
Banyaknya impor beras memicu harga gabah lokal mengalami penurunan karena pasokan pasar yang berlebih, terutama saat musim panen raya.
"Terus kalau petani kita tidak makmur, lama-lama produktivitasnya rendah. Kalau produktivitasnya rendah, maka akan melahirkan kemiskinan yang masif. Lama-lama petani ini nggak punya sawah lagi karena miskin. Sawahnya dijual atau digadai, tuh dampaknya soal makan ya kan," pungkasnya.
Beruntung ujarnya Indonesia terus berbenah, sehingga 2025 Indonesia tidak impor beras lagi. Petani Indonesia jadi lebih makmur.
"Nilai tukarnya dari seratus enam belas jadi seratus dua puluh tujuh. Seratus dua puluh tujuh nilai tukarnya. Jadi lebih makmur. Bisa sekolahin anaknya, bisa ngangsur motor. Alhamdulillah," terangnya.